<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>DINAS KESEHATAN LAMPUNG SELATAN</title>
	<atom:link href="http://keslamsel.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://keslamsel.wordpress.com</link>
	<description>Mencapai Kesehatan Paripurna</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Nov 2009 07:39:35 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='keslamsel.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/e7e08fa7ebce8965cb2f3a4fe2ceabf8?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>DINAS KESEHATAN LAMPUNG SELATAN</title>
		<link>http://keslamsel.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>MORBIDITAS</title>
		<link>http://keslamsel.wordpress.com/2009/11/04/morbiditas/</link>
		<comments>http://keslamsel.wordpress.com/2009/11/04/morbiditas/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 07:39:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>p4n5</dc:creator>
				<category><![CDATA[pencapaian pembangunan kesehatan kabupaten lampung selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Lampung Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus]]></category>
		<category><![CDATA[Pola]]></category>
		<category><![CDATA[menular]]></category>
		<category><![CDATA[Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Usia]]></category>
		<category><![CDATA[Obat]]></category>
		<category><![CDATA[Dokter]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[malaria]]></category>
		<category><![CDATA[derita]]></category>
		<category><![CDATA[sakit]]></category>
		<category><![CDATA[pemberantasan]]></category>
		<category><![CDATA[dinas]]></category>
		<category><![CDATA[paru]]></category>
		<category><![CDATA[sebar]]></category>
		<category><![CDATA[tb]]></category>
		<category><![CDATA[PUSKESMAS]]></category>
		<category><![CDATA[penderita]]></category>
		<category><![CDATA[penyebaran]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[morbiditas]]></category>
		<category><![CDATA[radikal]]></category>
		<category><![CDATA[plasmodium]]></category>
		<category><![CDATA[tb paru]]></category>
		<category><![CDATA[p2]]></category>
		<category><![CDATA[ami]]></category>
		<category><![CDATA[api]]></category>
		<category><![CDATA[pandemi]]></category>
		<category><![CDATA[klinis]]></category>
		<category><![CDATA[grafik]]></category>
		<category><![CDATA[wabah]]></category>
		<category><![CDATA[klb]]></category>
		<category><![CDATA[global]]></category>
		<category><![CDATA[fund]]></category>
		<category><![CDATA[survei]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keslamsel.wordpress.com/?p=446</guid>
		<description><![CDATA[1. POLA PENYAKIT
Tingkat kesakitan disuatu wilayah juga mencerminkan situasi derajat kesehatan masyarakat yang ada di dalamnya. Bahkan tingkat morbiditas penyakit menular tertentu yang terkait dengan komitmen internasional senantiasa menjadi sorotan dalam membandingkan kondisi kesehatan antar negara. Pada bab ini disajikan gambaran morbiditas penyakit-penyakit menular dan tidak menular yang dapat menjelaskan keadaan derajat kesehatan masyarakat di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keslamsel.wordpress.com&blog=3826456&post=446&subd=keslamsel&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>1. POLA PENYAKIT</strong></p>
<p>Tingkat kesakitan disuatu wilayah juga mencerminkan situasi derajat kesehatan masyarakat yang ada di dalamnya. Bahkan tingkat morbiditas penyakit menular tertentu yang terkait dengan komitmen internasional senantiasa menjadi sorotan dalam membandingkan kondisi kesehatan antar negara. Pada bab ini disajikan gambaran morbiditas penyakit-penyakit menular dan tidak menular yang dapat menjelaskan keadaan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Lampung Selatan.</p>
<p>Kondisi kesehatan masyarakat di Kabupaten Lampung Selatan tahun 2008 dapat dicermati dari pola penyakit penderita yang berkunjung ke sarana kesehatan yaitu puskesmas maupun sarana kesehatan swasta. Berikut menyajikan pola 10 penyakit terbanyak yang berkunjung ke puskesmas dan sarana kesehatan yang ada.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>TABEL 4.4</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>10 (SEPULUH) BESAR PENYAKIT</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN 2008</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-447" title="untitled" src="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/11/untitled8.gif?w=150&#038;h=98" alt="untitled" width="150" height="98" /></strong></p>
<p><em>Sumber : Laporan SP2TP LB1 Tahun 2008</em></p>
<p>Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa penyakit infeksi akut lain pernapasan atas (33,44%) masih merupakan penyakit terbanyak yang ditemukan pada pasien yang berkunjung ke puskesmas dan sarana kesehatan yang ada. Walaupun demikian penyakit tidak menular juga mulai masuk dalam 10 besar penyakit seperti gastritis (10,14%) di peringkat lima besar, dan hipertensi sebanyak 8,07%.</p>
<p><strong>2. PENYAKIT MENULAR</strong></p>
<p><strong>a. Malaria</strong></p>
<p>Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dan mempengaruhi angka kesakitan bayi, anak balita dan ibu melahirkan serta dapat menurunkan produktivitas tenaga kerja. <strong> </strong></p>
<p>Dari hasil analisa data yang dibuat di Kabupaten pada Tahun 2008 Situasi Penyakit Malaria di Kabupaten Lampung Selatan, berdasarkan data –data sebagai berikut :</p>
<p style="text-align:center;"><strong>GRAFIK 4.7</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-448" title="untitled" src="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/11/untitled9.gif?w=150&#038;h=102" alt="untitled" width="150" height="102" /><br />
</strong></p>
<p><strong><em>Sumber : Laporan P2 Malaria Kab.Lampung Selatan tahun 2003 s.d 2008</em></strong></p>
<p>Dari Grafik Pola Min-Max selama lima tahun maka Data malaria Klinis di tahun 2008 tingkat Kabupaten Lampung Selatan berfluktuasi, tetapi tidak terjadi peningkatan kasus, masih dibawah grafik median, yang menjadi indikator terjadinya KLB . Bila kita hubungkan dengan kegiatan Penanggulangan yang telah dilakukan di Kab Lampung Selatan maka ini sangat dimungkinkan sekali karena Pada Bulan Maret 2008 mulai  dilakukan kegiatan Intensifikasi dan Integrasi Pengendalian Malaria dengan bantuan Global Fund Round 6, berupa kegiatan surveilans malaria, MBS, pelatihan mikroskopis, pelatihan pengelola program dan dokter puskesmas meskipun belum semua dilatih.</p>
<p>Adapun trend Kasus bulanan tahun 2008 dapat dilihat pada Grafik MOMI dibawah ini :</p>
<p style="text-align:center;"><strong>GRAFIK 4.8</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-449" title="untitled" src="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/11/untitled10.gif?w=150&#038;h=77" alt="untitled" width="150" height="77" /><br />
</strong></p>
<p><strong><em>Sumber : Laporan P2 Malaria Kab.Lampung Selatan tahun 2007 s.d 2008</em></strong></p>
<p>Dari Grafik MoMi Tahun 2008 cenderung menurun dibandingkan tahun 2007. MOMI tahun 2008 kasusnya cenderung sama perbulan, hal ini dapat terjadi karena ada kegiatan yang dibiayai Global Fund</p>
<p style="text-align:center;"><strong>GRAFIK 4.9</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-450" title="untitled" src="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/11/untitled11.gif?w=150&#038;h=83" alt="untitled" width="150" height="83" /></strong></p>
<p><strong><em>Sumber : Laporan P2 Malaria Kab.Lampung Selatan tahun 2007 s.d 2008</em></strong></p>
<p>Untuk grafik MoPi tahun 2008 (Malaria Parasite Insiden atau yang positif malaria) di Kabupaten Lampung Selatan Polanya cenderung sama dengan Pola MoPi tahun 2007, tetapi ada peningkatan pada akhir tahun, karena pada bulan Juni-Agustus dilakukan pelatihan bagi tenaga mikroskopis malaria dengan dana GF.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>GRAFIK 4.10</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-451" title="untitled" src="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/11/untitled12.gif?w=150&#038;h=77" alt="untitled" width="150" height="77" /><br />
</strong></p>
<p><strong><em>Sumber : Laporan P2 Malaria Kab.Lampung Selatan tahun 2008</em></strong></p>
<p>Untuk grafik MoMi (Kasus Malaria Bulanan) di Kabupaten Lampung Selatan Polanya cenderung meningkat dibandingkan  dengan Pola MoPi (Malaria Parasite Insiden atau yang positif malaria)  ini berarti diagnosa Klinis lebih banyak ditemukan tetapi tidak dilakukan pemeriksaan sediaan darah, karena banyak kasus-kasus klinis yang berasal dari luar puskesmas induk yang tidak memiliki mikroskop dan jarak yang jauh dari pkm induk, dimana seharusnya bila MoMi tinggi maka dimungkinkan  MoPi nya juga tinggi dengan diagnosa yang tepat.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>GRAFIK 4.11</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-452" title="untitled" src="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/11/untitled13.gif?w=150&#038;h=77" alt="untitled" width="150" height="77" /></strong></p>
<p><strong><em>Sumber : Laporan P2 Malaria Kab.Lampung Selatan tahun 2007 s.d 2008</em></strong></p>
<p>Dari Grafik Insident Malaria Klinis  (AMI) tahun 2008 untuk tingkat Kabupaten hanya 4,8 ‰, turun bila dibandingkan AMI tahun 2007. tetapi dilihat  Per Puskesmas  ada beberapa Puskesmas yang AMI masih tinggi meskipun turun sekitar 50 % seperti puskesmas Way Muli, sementara untuk puskesmas yang lain berfluktuasi.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>GRAFIK 4.12</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-453" title="untitled" src="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/11/untitled14.gif?w=150&#038;h=74" alt="untitled" width="150" height="74" /></strong></p>
<p><strong><em>Sumber : Laporan P2 Malaria Kab.Lampung Selatan tahun 2008</em></strong></p>
<p>Dari Grafik API Per-Puskesmas seperti diatas  maka angka API sebagai berikut Puskesmas Way Muli (23,5 ‰),  menurun bila dibandingkan tahun 2007 yaitu (57,6 ‰), urutan kedua Puskesmas Bakauheni (9,4 ‰), meningkat bila dibandingkan tahun 2007 (0,5 ‰).</p>
<p style="text-align:center;"><strong>GRAFIK 4.13</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-454" title="untitled" src="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/11/untitled15.gif?w=150&#038;h=74" alt="untitled" width="150" height="74" /></strong></p>
<p><strong><em>Sumber : Laporan P2 Malaria Kab.Lampung Selatan tahun 2008</em></strong></p>
<p>Dari data AMI dan API 2008, dapat dianalisa ada hubungan yang signifikan bila AMI tinggi maka kemungkinan API juga tinggi dengan catatan di Puskesmas tersebut melakukan pemeriksaan sediaan darah, tetapi hanya 2 puskesmas yang kasus positifnya tinggi yaitu Way Muli dan Bakauheni, karena daerah tersebut termasuk daerah endemis. Untuk AMI &amp; API yang tidak sama, dikarenakan kasus klinis yang dilaporkan berasal dari pustu, bidan desa dan BP Swasta yang tidak melakukan pemeriksaan.</p>
<p><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-455" title="untitled" src="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/11/untitled16.gif?w=150&#038;h=86" alt="untitled" width="150" height="86" /></p>
<p><strong><em>Sumber : Laporan P2 Malaria Kab.Lampung Selatan tahun 2008</em></strong></p>
<p>Dari Grafik Persentase Sediaan darah yang diperiksa Per-Puskesmas Kab lampung Selatan Tahun 2008 untuk tingkat Kabupaten mengalami peningkatan hampir disemua puskesmas bila dibandingkan tahun 2007. sedangkan bila dilihat angka kabupaten mengalami penurunan, karena puskesmas Way Muli sebagai penyumbang kasus terbanyak hanya 58 % SD diperiksa, sehingga mempengaruhi angka kabupaten.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>Grafik 4.15 </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Malaria Positif Menurut Gol Umur Tahun 2008</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-456" title="untitled" src="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/11/untitled17.gif?w=150&#038;h=67" alt="untitled" width="150" height="67" /></strong></p>
<p><strong><em>Sumber : Laporan P2 Malaria Kab.Lampung Selatan tahun 2008</em></strong><strong> </strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bila dilihat grafik berdasarkan golongan umur dan jenis kelamin, kasus terbanyak menyerang golongan umur &gt; 15 tahun dan pada jenis kelamin laki-laki. Karena pada usia dan jenis kelamin tersebut memiliki kebiasaan keluar rumah pada malam hari. Tetapi bila kita lihat kasus pada golongan umur &lt; 1 tahun, ini ada indikasi penularan didalam rumah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align:center;"><strong>Grafik 4.16</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Proporsi Palsmodium Malaria Tahun 2008</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-457" title="untitled" src="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/11/untitled18.gif?w=150&#038;h=71" alt="untitled" width="150" height="71" /></strong></p>
<p><strong><em>Sumber : Laporan P2 Malaria Kab.Lampung Selatan tahun 2008</em></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dari grafik Proporsi Plasmodium dari sediaan darah yang positif Kabupaten Lampung Selatan tahun 2008, Plasmodium Vivak (Pv) lebih dominan yaitu sebesar 65 %, berturut-turut selanjutnya Plasmodium Falciparum 34 %, dan Mixed 1 %, hal ini berarti penata laksanaan kasus yang tidak selesai seperti obat tidak dihabiskan dan kasus tidak di follow up.</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><strong>Grafik 4.17</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Proporsi Pengobatan Radikal Tahun 2008</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><br />
<img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-458" title="untitled" src="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/11/untitled19.gif?w=150&#038;h=58" alt="untitled" width="150" height="58" /></strong></p>
<p><strong><em>Sumber : Laporan P2 Malaria Dinkes Kab.Lamsel tahun 2008</em></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bila dilihat grafik proporsi pengobatan radikal masih ada kasus positif yang tidak diobati menggunakan ACT (Artemisinin Combination Therapy), baik bagi plasmodium Vivak maupun Falciparum. Ini dikarenakan bayi tidak boleh diberi ACT,  efek samping obat ACT yang berat, termasuk RSU Kalianda karena tidak memiliki stock ACT.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/keslamsel.wordpress.com/446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/keslamsel.wordpress.com/446/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/keslamsel.wordpress.com/446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/keslamsel.wordpress.com/446/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/keslamsel.wordpress.com/446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/keslamsel.wordpress.com/446/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/keslamsel.wordpress.com/446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/keslamsel.wordpress.com/446/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/keslamsel.wordpress.com/446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/keslamsel.wordpress.com/446/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keslamsel.wordpress.com&blog=3826456&post=446&subd=keslamsel&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keslamsel.wordpress.com/2009/11/04/morbiditas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5e84700ce5c803e1dd1c4042f6f8a1f6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">p4n5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/11/untitled8.gif?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">untitled</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/11/untitled9.gif?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">untitled</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/11/untitled10.gif?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">untitled</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/11/untitled11.gif?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">untitled</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/11/untitled12.gif?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">untitled</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/11/untitled13.gif?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">untitled</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/11/untitled14.gif?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">untitled</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/11/untitled15.gif?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">untitled</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/11/untitled16.gif?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">untitled</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/11/untitled17.gif?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">untitled</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/11/untitled18.gif?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">untitled</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/11/untitled19.gif?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">untitled</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kasus Kematian Bayi dan Balita</title>
		<link>http://keslamsel.wordpress.com/2009/11/03/kasus-kematian-bayi-dan-balita-2/</link>
		<comments>http://keslamsel.wordpress.com/2009/11/03/kasus-kematian-bayi-dan-balita-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 04:04:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>p4n5</dc:creator>
				<category><![CDATA[pencapaian pembangunan kesehatan kabupaten lampung selatan]]></category>
		<category><![CDATA[2007]]></category>
		<category><![CDATA[2008]]></category>
		<category><![CDATA[2009]]></category>
		<category><![CDATA[Angka]]></category>
		<category><![CDATA[Balita]]></category>
		<category><![CDATA[Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[fase]]></category>
		<category><![CDATA[gizi]]></category>
		<category><![CDATA[golongan]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[info]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus]]></category>
		<category><![CDATA[Kematian]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[lahir]]></category>
		<category><![CDATA[Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[Lampung Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[mati]]></category>
		<category><![CDATA[neonatal]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan]]></category>
		<category><![CDATA[perhatian]]></category>
		<category><![CDATA[perinatal]]></category>
		<category><![CDATA[persalinan]]></category>
		<category><![CDATA[Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Sex]]></category>
		<category><![CDATA[tabel]]></category>
		<category><![CDATA[tahun]]></category>
		<category><![CDATA[umur]]></category>
		<category><![CDATA[upaya]]></category>
		<category><![CDATA[yankes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keslamsel.wordpress.com/?p=440</guid>
		<description><![CDATA[Infant Mortality Rate atau Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator yang lazim digunakan untuk menentukan derajat kesehatan masyarakat, baik pada tatanan kabupaten, provinsi maupun nasional. Selain itu, program-program kesehatan di Indonesia banyak yang menitikberatkan pada upaya penurunan AKB. Angka Kematian Bayi merujuk kepada jumlah bayi yang meninggal pada fase antara kelahiran hingga bayi belum mencapai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keslamsel.wordpress.com&blog=3826456&post=440&subd=keslamsel&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Infant Mortality Rate atau Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator yang lazim digunakan untuk menentukan derajat kesehatan masyarakat, baik pada tatanan kabupaten, provinsi maupun nasional. Selain itu, program-program kesehatan di Indonesia banyak yang menitikberatkan pada upaya penurunan AKB. Angka Kematian Bayi merujuk kepada jumlah bayi yang meninggal pada fase antara kelahiran hingga bayi belum mencapai umur 1 tahun per 1000 kelahiran hidup.</p>
<p>Angka kematian bayi Kabupaten Lampung Selatan berdasarkan hasil  Susenas Propinsi Lampung Tahun 2002, untuk laki-laki sebesar 46/1000 kelahiran hidup, dan untuk perempuan sebesar 45/ 1000 kelahiran hidup, total kematian bayi sebesar 40/1.000 kelahiran hidup. Untuk target Indikator IIS 2010 adalah 40 per 1.000 kematian bayi.</p>
<p>Kasus kematian bayi di Kabupaten Lampung Selatan pada tahun 2004 sebesar 236 bayi . Kemudian pada tahun 2005  menjadi 238 kasus, tahun 2006 turun menjadi 227 kasus, kemudian kembali meningkat menjadi 248 kasus di tahun 2007, pada tahun 2008 menurun menjadi 113 kasus</p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>GRAFIK 4.4</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>KASUS KEMATIAN BAYI  KABUPATEN LAMPUNG SELATAN </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>TAHUN 2004 &#8211; 2008</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-441" title="untitled" src="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/11/untitled5.gif?w=150&#038;h=88" alt="untitled" width="150" height="88" /><br />
</strong></p>
<p><em>Sumber: Subdin Yankes Dinkes Kab.Lamsel Tahun 2004 s.d 2008</em><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong>Dari<strong> </strong>tabel di atas terlihat kasus kematian bayi di Kabupaten Lampung Selatan selama 5 tahun sangat fluktuatif, namun rata- rata berkisar 200 kasus per tahunnya. Angka Kematian Bayi (AKB) pada tahun 2008 merupakan jumlah kasus terendah selama 5 tahun terakhir. Namun  kasus kematian bayi ini masih perlu mendapat perhatian karena masih tingginya kasus lahir mati (24 kasus).</p>
<p>Kecenderungan penurunan AKB dapat dipengaruhi oleh pemerataan pelayanan kesehatan berikut fasilitasnya. Pendapatan masyarakat meningkat juga dapat berperan melalui perbaikan gizi yang pada gilirannya mempengaruhi daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Penyebab kematian pada bayi di tahun 2008 dapat dilihat pada grafik di bawah ini</p>
<p style="text-align:center;"><strong>GRAFIK 4.5 </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>PERSENTASE PENYEBAB KEMATIAN BAYI</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN 2008</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-442" title="untitled" src="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/11/untitled6.gif?w=150&#038;h=81" alt="untitled" width="150" height="81" /></strong></p>
<p><em>Sumber: Laporan Hasil Evaluasi Subdin Yankes Tahun 2008</em><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Grafik di atas menunjukkan penyebab kematian bayi berdasarkan semua golongan  umur, dimana penyebab kematian tertinggi adalah Asfixia sebanyak 38,05% (43 kasus), Lain-lain 30,97% (35  kasus) dan BBLR 25,66% (29 kasus).</p>
<p>Dalam upaya menghindari terjadinya kasus lahir mati, asfixia dan kelainan maupun gangguan kesehatan pada bayi maka upaya peningkatan pelayanan ANC dari bidan maupun persalinan didampingi tenaga kesehatan  perlu lebih mendapatkan perhatian. Juga peran serta kader kesehatan untuk meningkatkan kesadaran ibu hamil khususnya bagi ibu hamil kategori keluarga miskin untuk memeriksakan kehamilannya ke petugas kesehatan maupun bidan, penyuluhan kepada masyarakat untuk lebih memperhatikan ibu hamil baik perlakuan, motivasi dan intake gizi yang ideal.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Berdasarkan golongan umur, kasus kematian terbanyak adalah pada masa perinatal yaitu antara 0-7 hari. Untuk melihat distribusi penyebab kematian bayi per puskesmas terlampir pada lampiran tabel 7b.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>GRAFIK 4.6</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>PENYEBAB KEMATIAN BAYI PER GOLONGAN UMUR </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN 2008</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-443" title="untitled" src="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/11/untitled7.gif?w=150&#038;h=77" alt="untitled" width="150" height="77" /></strong></p>
<p>Tabel di atas menunjukkan kematian di luar masa neonatal dan perinatal. Untuk penyebab lain-lain kasus kematian bayi dapat dijelaskan banyak faktor misalnya plasenta previa, ikterus, dan faktor obstetri lainnya.<strong></strong></p>
<p><strong> </strong><strong>Kasus Kematian Balita</strong></p>
<p>Angka Kematian Balita atau AKABA menggambarkan peluang untuk meninggal pada fase antara kelahiran dan sebelum umur 5 tahun. Badan Pusat Statistis menyebutkan bahwa AKABA pada tahun 2007 sebesar 44 per 1000 kelahiran hidup. Target IIS 2010 sebanyak 58/1.000 kelahiran hidup. Data kasus kematian balita di Kabupaten Lampung Selatan  periode tahun 2007 dan tahun 2008 tidak terjadi kematian pada balita (0 kasus). Sementara 2 tahun sebelumnya terjadi 1 kasus kematian balita</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/keslamsel.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/keslamsel.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/keslamsel.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/keslamsel.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/keslamsel.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/keslamsel.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/keslamsel.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/keslamsel.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/keslamsel.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/keslamsel.wordpress.com/440/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keslamsel.wordpress.com&blog=3826456&post=440&subd=keslamsel&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keslamsel.wordpress.com/2009/11/03/kasus-kematian-bayi-dan-balita-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5e84700ce5c803e1dd1c4042f6f8a1f6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">p4n5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/11/untitled5.gif?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">untitled</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/11/untitled6.gif?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">untitled</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/11/untitled7.gif?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">untitled</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KASUS KEMATIAN IBU KAB. LAMPUNG SELATAN</title>
		<link>http://keslamsel.wordpress.com/2009/11/02/kasus-kematian-ibu-kab-lampung-selatan/</link>
		<comments>http://keslamsel.wordpress.com/2009/11/02/kasus-kematian-ibu-kab-lampung-selatan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 06:22:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>p4n5</dc:creator>
				<category><![CDATA[pencapaian pembangunan kesehatan kabupaten lampung selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Aborsi]]></category>
		<category><![CDATA[AKI]]></category>
		<category><![CDATA[Darah]]></category>
		<category><![CDATA[data]]></category>
		<category><![CDATA[dinas]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[info]]></category>
		<category><![CDATA[informasi]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus]]></category>
		<category><![CDATA[Kematian]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[lahir]]></category>
		<category><![CDATA[Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[Lampung Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[mati]]></category>
		<category><![CDATA[melahirkan]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[ninggal]]></category>
		<category><![CDATA[pendarahan]]></category>
		<category><![CDATA[persalinan]]></category>
		<category><![CDATA[pkm]]></category>
		<category><![CDATA[PUSKESMAS]]></category>
		<category><![CDATA[sakit]]></category>
		<category><![CDATA[salin]]></category>
		<category><![CDATA[Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[selatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keslamsel.wordpress.com/?p=435</guid>
		<description><![CDATA[Kematian Ibu Maternal senantiasa menjadi indikator keberhasilan pembangunan pada sektor kesehatan. Kematian Ibu mengacu pada jumlah kematian ibu yang terkait dengan masa kehamilan, persalinan dan nifas. Status kesehatan masyarakat Lampung Selatan salah satunya dilihat dari kasus kematian ibu. Grafik dibawah ini memaparkan kasus kematian ibu yang terjadi di Kabupaten Lampung Selatan selama kurun waktu lima [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keslamsel.wordpress.com&blog=3826456&post=435&subd=keslamsel&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kematian Ibu Maternal senantiasa menjadi indikator keberhasilan pembangunan pada sektor kesehatan. Kematian Ibu mengacu pada jumlah kematian ibu yang terkait dengan masa kehamilan, persalinan dan nifas. Status kesehatan masyarakat Lampung Selatan salah satunya dilihat dari kasus kematian ibu. Grafik dibawah ini memaparkan kasus kematian ibu yang terjadi di Kabupaten Lampung Selatan selama kurun waktu lima tahun</p>
<p style="text-align:center;"><strong>GRAFIK 4.2</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>TREND KASUS KEMATIAN IBU DI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong> PADA TAHUN 2004 &#8211; 2008</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-436" title="untitled" src="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/11/untitled3.gif?w=150&#038;h=73" alt="untitled" width="150" height="73" /><br />
</strong></p>
<p>Bila dibandingkan dengan Indikator Indonesia Sehat 2010 untuk AKI yaitu 150 / 100.000 kh, Kabupaten Lampung Selatan pada tahun 2008 untuk kasus kematian ibu masih di bawah target yaitu sebesar 70,34 / 100.000 kh.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jika dilihat dari golongan sebab sakit, kasus obstetri terbanyak pada tahun 2008 yang menyebabkan kematian adalah disebabkan oleh perdarahan.</p>
<p>Hal ini nampak pada diagram  berikut ini :</p>
<p style="text-align:center;"><strong>GRAFIK 4.3</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>PERSENTASE PENYEBAB KEMATIAN IBU</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN 2008</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-437" title="untitled" src="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/11/untitled4.gif?w=150&#038;h=73" alt="untitled" width="150" height="73" /><br />
</strong></p>
<p><em>Sumber: Laporan Hasil Evaluasi Subdin Yankes Tahun 2008</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dari 14 kasus kematian ibu yang terjadi di Kabupaten Lampung Selatan tahun 2008, kasus perdarahan terjadi di 7 wilayah puskesmas yaitu di puskesmas Tanjung Agung dan Sukadamai masing-masing 2 kasus; di puskesmas Palas, Tanjung Bintang, Natar masing-masing 1 kasus. Untuk kasus eklampsia terjadi di puskesmas Kalianda 2 kasus, dan di Puskesmas Tanjung Agung dan Natar masing-masing 1 kasus. Sedangkan untuk kasus Aborsi terjadi di Puskesmas Way Muli 1 kasus. Untuk point lain-lain 2 kasus kematian saat persalinan tidak diketahui (tabel 7a).</p>
<p>Penyebab kematian berdasarkan kelompok ibu maternal, semua kematian terjadi pada saat ibu bersalin.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/keslamsel.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/keslamsel.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/keslamsel.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/keslamsel.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/keslamsel.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/keslamsel.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/keslamsel.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/keslamsel.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/keslamsel.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/keslamsel.wordpress.com/435/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keslamsel.wordpress.com&blog=3826456&post=435&subd=keslamsel&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keslamsel.wordpress.com/2009/11/02/kasus-kematian-ibu-kab-lampung-selatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5e84700ce5c803e1dd1c4042f6f8a1f6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">p4n5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/11/untitled3.gif?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">untitled</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/11/untitled4.gif?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">untitled</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SITUASI DERAJAT KESEHATAN KABUPATEN LAMPUNG SELATAN</title>
		<link>http://keslamsel.wordpress.com/2009/11/02/situasi-derajat-kesehatan-kabupaten-lampung-selatan/</link>
		<comments>http://keslamsel.wordpress.com/2009/11/02/situasi-derajat-kesehatan-kabupaten-lampung-selatan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 06:07:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>p4n5</dc:creator>
				<category><![CDATA[pencapaian pembangunan kesehatan kabupaten lampung selatan]]></category>
		<category><![CDATA[analisa]]></category>
		<category><![CDATA[Angka]]></category>
		<category><![CDATA[bps]]></category>
		<category><![CDATA[Capaian]]></category>
		<category><![CDATA[derajat]]></category>
		<category><![CDATA[dinas]]></category>
		<category><![CDATA[dinas kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Harapan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[Lampung Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[Penduduk]]></category>
		<category><![CDATA[Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[selatan]]></category>
		<category><![CDATA[uhh]]></category>
		<category><![CDATA[umur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keslamsel.wordpress.com/?p=430</guid>
		<description><![CDATA[&#160;
Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan yang optimal. Derajat kesehatan yang merupakan pencerminan kesehatan perorangan, kelompok maupun masyarakat  digambarkan dengan umur harapan hidup, mortalitas, morbiditas dan status gizi masyarakat. Sehat dalam pengertian secara luas, yakni bukan saja bebas dari penyakit dan kecacatan tetapi juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keslamsel.wordpress.com&blog=3826456&post=430&subd=keslamsel&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>&nbsp;</p>
<p>Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan yang optimal. Derajat kesehatan yang merupakan pencerminan kesehatan perorangan, kelompok maupun masyarakat  digambarkan dengan umur harapan hidup, mortalitas, morbiditas dan status gizi masyarakat. Sehat dalam pengertian secara luas, yakni bukan saja bebas dari penyakit dan kecacatan tetapi juga tercapainya keadaan kesejahteraan baik fisik, sosial dan mental.</p>
<p>Analisa Derajat kesehatan yang optimal dapat dilihat dari unsur kualitas hidup serta unsur mortalitas, morbiditas dan status gizi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Angka Harapan Hidup <em>(Life Expentancy Rate)</em></strong></p>
<p>Umur harapan hidup (UHH) digunakan untuk menilai derajat kesehatan dan kualitas hidup masyarakat baik kabupaten/kota, provinsi maupun Negara. UHH juga menjadi salah satu indikator dalam mengukur Indeks Prestasi Manusia. Adanya perbaikan pada pelayanan kesehatan melalui keberhasilan pembangunan pada sektor kesehatan dapat diindikasikan dengan adanya peningkatan umur harapan hidup saat lahir. Badan Pusat statistik mengestimasikan UHH di Indonesia tahun 2007 sebesar 69,09.Provinsi dengan estimasi UHH tertinggi pada tahun 2007 adalah DIY sebesar 74,56 yang diikuti oleh DKI Jakarta sebesar 74,42 dan Bali sebesar 73,29. Sedangkan Nusa Tenggara Barat menjadi provinsi dengan UHH terendah sebesar 63,25</p>
<p>Di Kabupaten Lampung Selatan umur harapan hidup berdasarkan sumber BPS Provinsi lampung Tahun  2003 65,2 tahun 2004 66,2, tahun pada tahun 2005 67,4, tahun 2006 67,5 dan tahun 2007 68,0.(data tahun 2008 belum tersedia)</p>
<p>Angka harapan hidup waktu lahir tahun 2003-2007 Kabupaten Lampung Selatan dapat dilihat pada diagram berikut :</p>
<p><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-431" title="untitled" src="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/11/untitled.gif?w=150&#038;h=91" alt="untitled" width="150" height="91" /></p>
<p><strong><em>Sumber : BPS Provinsi Lampung</em></strong></p>
<p>Salah satu indkator derajat kesehatan masyarakat adalah angka umur harapan hidup, sehingga tingginya umur harapan hidup menunjukkan tingkat taraf hidup suatu negara. Berdasarkan Kepmenkes Nomor 1202/MENKES/SK/VIII/2003 tentang IIS 2010 dan Pedoman Penetapan Indikator Provinsi Sehat dan Kabupaten/Kota Sehat, target 2010 untuk Angka Harapan Hidup Waktu Lahir adalah 67,9 tahun.</p>
<p>Berdasarkan hasil susenas 2002 umur harapan hidup di Kabupaten Lampung Selatan adalah 65 tahun untuk laki-laki dan rata-rata 67 tahun untuk wanita. Berdasarkan PP Nomor 7 Tahun 2005, tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2004 – 2009, telah ditetapkan bahwa target umur harapan hidup diharapkan meningkat dari 62,2 tahun menjadi 70,6 tahun.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/keslamsel.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/keslamsel.wordpress.com/430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/keslamsel.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/keslamsel.wordpress.com/430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/keslamsel.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/keslamsel.wordpress.com/430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/keslamsel.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/keslamsel.wordpress.com/430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/keslamsel.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/keslamsel.wordpress.com/430/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keslamsel.wordpress.com&blog=3826456&post=430&subd=keslamsel&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keslamsel.wordpress.com/2009/11/02/situasi-derajat-kesehatan-kabupaten-lampung-selatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5e84700ce5c803e1dd1c4042f6f8a1f6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">p4n5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/11/untitled.gif?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">untitled</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>JENIS-JENIS NARKOBA DAN BAHAYANYA</title>
		<link>http://keslamsel.wordpress.com/2009/06/04/jenis-jenis-narkoba-dan-bahayanya/</link>
		<comments>http://keslamsel.wordpress.com/2009/06/04/jenis-jenis-narkoba-dan-bahayanya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2009 03:34:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>p4n5</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pelayanan]]></category>
		<category><![CDATA[adiktif]]></category>
		<category><![CDATA[Bahaya]]></category>
		<category><![CDATA[info]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[kimia]]></category>
		<category><![CDATA[Narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[narkotik]]></category>
		<category><![CDATA[Obat]]></category>
		<category><![CDATA[psitropika]]></category>
		<category><![CDATA[terlarang]]></category>
		<category><![CDATA[Zat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keslamsel.wordpress.com/?p=425</guid>
		<description><![CDATA[Ancaman bahaya Narkoba memang tidak pandang usia, bahkan sampai saat ini telah menyentuh seluruh lapisan masyarakat termasuk dilingkungan TNI. Untuk itu perlunya langkah dan tindakan untuk memeranginnya yang salah satu diantaranya masyarakat harus mengenali jenis-jenis narkoba agar dapat melakukan tindakan pencegahannya yang tepat, baik terhadap peredaran maupun pencegahan agar tidak mejadi korban keganasan narkoba.


Namun sebelum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keslamsel.wordpress.com&blog=3826456&post=425&subd=keslamsel&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ancaman bahaya Narkoba memang tidak pandang usia, bahkan sampai saat ini telah menyentuh seluruh lapisan masyarakat termasuk dilingkungan TNI. Untuk itu perlunya langkah dan tindakan untuk memeranginnya yang salah satu diantaranya masyarakat harus mengenali jenis-jenis narkoba agar dapat melakukan tindakan pencegahannya yang tepat, baik terhadap peredaran maupun pencegahan agar tidak mejadi korban keganasan narkoba.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><img class="aligncenter size-full wp-image-427" title="2" src="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/06/21.jpg?w=150&#038;h=80" alt="2" width="150" height="80" /><br />
</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Namun sebelum kita dapat melakukan tindakan pencegahan, terlebih dahulu perlunya pemahaman yang benar terhadap apa itu Nakoba. Pengertian narkoba (narkotika dan bahan adiktif) menurut Badan Kerjasama Sosial Usaha Pembinaan Warga Tama (Bersama) terbitan 2005 adalah merupakan zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan . Mengingat banyaknya jenis narkoba baik yang berasal dari tumbuhan maupun bahan kimia sintetis dan semi sintetis, maka masing-masing keluarga perlu mengetahui jenis-jenis narkoba yang banyak beredar di masyarakat. </span></p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Jenis-jenis narkoba.</span></strong></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Secara umum jenis narkoba itu dapat dikelompokan dalam tiga golongan yaitu : Bahan berbahaya, Psikotropika dan narkotika. Berbagai jenis narkoba yang perlu kita waspadai dan telah banyak beredar dipasaran meliputi : </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">1. Bahan berbahaya. Adalah zat atau bahan yang berasal dari bahan kimia atau biologi, baik dalam bentuk tunggal maupun campuran yang dapat membahayakan kesehatan tubuh dan lingkungan hidup. Yang termasuk dalam golongan bahan berbahaya ini adalah :</p>
<p>• Minuman keras. Adalah semua jenis mengadung alcohol yang kadar prosentasenya berkisar antara 1 % &#8211; 50 % . Jenis minuman yang banyak beredar dipasaran antara lain : Bir dan Green sand ( kadar alakoholnya 1% -5 %), Martini dan Wine atau anggur (kadarnya antara 5 % &#8211; 20 %),sedang Whisky brandy kadar alkoholnya antara 20 % &#8211; 50%.</p>
<p>• Nikotin. Adalah merupakan bahan adiktif seperti k0okain dan heroin. Yang paling umum terdapat pada tembakau yang dihsap dalam bentuk rokok maupun cerutu. Nikotin sangat beracun (toksik) yang dalam dosis 60 mg pada orang dewasa dapat mematikan karena kegagalan pernafasan.</p>
<p>• Volatile solvent atau inhalensia. Adalah zat adiktif yang pada umumnya berbentuk cairan yang mudah menguap diudara terbuka. Uapnya ini yang membahayakan dan contoh yang banyak beredar dipasaran seperti : lem uhu, acetone,aica aibon, castol dan dan premix.</p>
<p>• Dan zat desainer. Adalah obat ramuan jalanan yang dapat menimbulkan kecanduan. Misalnya : speed ball, peace pills, crystal, angle dust, rocketfuel dll. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">2. Psikotropika. Adalah obat baik alamiah atau sintetis yang bersifat psikoaktif yang melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifis mental dan perilaku. Bahan ini dapat menimbulkan depresi mental, merangsang (stimulasi) gangguan syaraf dan menimbulkan halusinasi atau daya khayalan tentang kindahan yang luar biasa. Jenis-jenis psikotropika yang populer dan banyak beredar di masyarakat serta dikonsumsi oleh para remaja adalah :</p>
<p>• Ecstacy : zat ini juga dikenal dengan XTC yang nama kimianya adalah 3-4 Methylene Dioxy Vethil Amphetainine. Yang mengkonsumsi barang ini seluruh tubuhnya terasa melayang-layang dan menghilangkan perasaan malu,sehingga berani tampil percaya diri . Yang ada dibnaknya hanyalah pikiran yang kosong, rilex dan bayangan yang indah-indah. </span></p>
<p class="MsoNormal">
<p style="text-align:center;" align="center"><!--[if gte vml 1]&gt;                    &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">• Shabu-shabu : adalah jenis narkoba yang juga banyak dikonsumsi oleh masyarakat, bentuknya kristal berwarna putih.Cara memakainya dengan dibakar di atas kertas aluminium foil yang asapnya dihirup dengan menggunakan bong (alat penghisap). Efek dari bahan ini dapat menimbulkan paranoid atau rasa takut yang belebihan dan menjadi lebih sensitive serta mudah tersinggung. Contoh yang dapat menimbulkan dipresi mental misalnya pil BK,Magadon, Valium, mandrake dan rohypnol. Sedang yang dapat menimbulkan halusinasi ialah LSD (Licercik acid dhietilamide). </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">3. Narkotika. Yang termasuk dalam kelompok narkotika pada umumnya berasal dari berbagai jenis tumbuhan seperti :</p>
<p>a. Opiod. Kata ini berasal dari tumbuhan opium yang banyak mengandung alkaloid opium termasuk morfin. Contoh yang banyak beredar dipasaran adalah candu, morfin, heroin atau putauw, codein, Demerol dan methadone. Efek terhadap kesehatan tubuh adalah kekacauan dalam bicara, rabun dimalam hari, merusak liver dan ginjal, resiko HIV tinggi, kematian bila overdisis.<br />
b. Kokain . zat ini juga berasal dari tumbuhan liar Erythroxylon coca . Nama lain yang sering kita dengar adalah snow, coke, girl,lady dan crack. Efek yang menonjol dari kokain ini apabila terjadi putus kokain maka akan timbul kinginan bunuh diri.<br />
c. Kanabis atau ganja. Ini adalah sejenis tanaman yang nama latinnya Cannabis sativa dan masyarakat sudah banyak yang mengenalnya. Karena tanaman ini termasuk dalam jenis narkoba ,maka peredarannyapun juga dilarang, karena dapat menimbulkan gangguan pada syaraf. </span></p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Tindakan Pencegahan.</span></strong></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Pengenalan jenis-jenis narkoba itu bukan dimaksudkan untuk promosi agar menjadi pecandu narkoba, akan tetapi dengan mengingat bahaya yang ditimbulkan agar masyarakat termasuk TNI lebih berhati-hati dan waspada dalam menjaga keluarganya. Lingkungan kerluarga mempunyai peran yang sangat penting dalam tindakan pencegahan terhadap jeratan narkoba. Karena itu stiap keluarga harus membentengi keluarganya dengan bekal keimanan yang kuat kepada keluarga agar tidak mudah terkena bujuk rayu dari lingkungan yang sudah tebiasa mengkonsumsi narkoba. Berikan pemahaman yang benar akan bahayanya narkoba dan dampaknya terhadap masa depan. Oleh karena itu katakan tidak pada narkoba atau bahasa populernya “ say no to drug ” seperti slogan anti narkoba yang sering kita lihat atau baca selama ini.<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/keslamsel.wordpress.com/425/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/keslamsel.wordpress.com/425/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/keslamsel.wordpress.com/425/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/keslamsel.wordpress.com/425/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/keslamsel.wordpress.com/425/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/keslamsel.wordpress.com/425/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/keslamsel.wordpress.com/425/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/keslamsel.wordpress.com/425/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/keslamsel.wordpress.com/425/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/keslamsel.wordpress.com/425/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keslamsel.wordpress.com&blog=3826456&post=425&subd=keslamsel&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keslamsel.wordpress.com/2009/06/04/jenis-jenis-narkoba-dan-bahayanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5e84700ce5c803e1dd1c4042f6f8a1f6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">p4n5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/06/21.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>5 Alasan Lari Wajib Dilakukan</title>
		<link>http://keslamsel.wordpress.com/2009/06/03/5-alasan-lari-wajib-dilakukan/</link>
		<comments>http://keslamsel.wordpress.com/2009/06/03/5-alasan-lari-wajib-dilakukan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 02:05:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>p4n5</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pelayanan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[lari]]></category>
		<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[pagi]]></category>
		<category><![CDATA[Sehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keslamsel.wordpress.com/?p=421</guid>
		<description><![CDATA[
LARI dari masalah hanya akan membuat pikiran stres, sementara masalah tak kunjung usai. Tapi, lari yang satu ini membuat tubuh sehat dan bugar.
Banyak sekali orang malas olahraga, padahal olahraga membuat kita sehat, di samping pola hidup teratur dan makan makanan bergizi. Lari salah satu bentuk olahraga yang dapat membuat tubuh seseorang sehat, tanpa harus mengeluarkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keslamsel.wordpress.com&blog=3826456&post=421&subd=keslamsel&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter size-full wp-image-422" title="lari-pagi_31" src="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/06/lari-pagi_31.jpg?w=113&#038;h=148" alt="lari-pagi_31" width="113" height="148" /></p>
<p>LARI dari masalah hanya akan membuat pikiran stres, sementara masalah tak kunjung usai. Tapi, lari yang satu ini membuat tubuh sehat dan bugar.</p>
<p>Banyak sekali orang malas olahraga, padahal olahraga membuat kita sehat, di samping pola hidup teratur dan makan makanan bergizi. Lari salah satu bentuk olahraga yang dapat membuat tubuh seseorang sehat, tanpa harus mengeluarkan banyak uang.</p>
<p>Seperti dilansir SheKnows, ada lima alasan mengapa kita harus menggiatkan olahraga lari.</p>
<p><strong>Membentuk tubuh jadi indah</strong></p>
<p>Lari adalah salah satu cara terbaik untuk membakar kalori dalam tubuh. Dengan lari, bentuk tubuh menjadi indah. Untuk para wanita, pamerkan keindahan tubuh saat lari dengan baju olahraga cantik. Tak ada salahnya, olahraga sambil mejeng? Namun, jangan sampai lupa minum cukup air sebelum dan sesudah lari. Karena saat lari, tubuh akan banyak mengeluarkan cairan lewat keringat. Menjaga kecukupan cairan dalam tubuh akan membuat otot tetap lentur.</p>
<p><strong>Melancarkan peredaran darah</strong></p>
<p>Lari dapat melancarkan peredaran darah dalam tubuh. Jika dilakukan secara rutin, lari menjaga jantung dari serangan penyakit, menyembuhkan dan mencegah stres menahun, serta mengatasi masalah kesehatan lainnya. Lari akan sangat efektif jika diawali dengan ritme perlahan, semakin cepat, dan memperlambat kecepatan saat hendak selesai.</p>
<p><strong>Mencegah penuaan</strong></p>
<p>Lari memiliki manfaat luar-dalam bagi tubuh. Selain melatih otot, menguatkan tulang, meningkatkan kerja otak, juga mencegah alzeimer (pikun) dan membuat wajah awet muda. Agar manfaat tersebut dirasakan lebih maksimal, sebelum lari ada baiknya pemanasan terlebih dahulu.</p>
<p><strong>Menghirup udara segar</strong></p>
<p>Dengan lari di luar ruangan, tubuh akan mendapat pasokan udara segar dan bertemu dengan hal-hal dan orang-orang baru sehingga hidup jadi lebih menyenangkan. Kita disibukkan dengan seabrek rutinitas harian hingga membuat pikiran penat. Lari membantu Anda melepaskan semua kepenatan agar hari-hari berikutnya bisa dilewati dengan lebih menyenangkan.</p>
<p><strong>Membuat perasaan lebih baik</strong></p>
<p>Pada saat lari, Anda bisa melihat pemandangan sekitar dan menghirup udara segar yang akan membuat mood lebih baik. Namun perlu diingat, jika Anda merasa kondisi tubuh sedang tidak fit, sebaiknya jangan olahraga lari dahulu. Setidaknya jika tetap ingin lari, lakukan sebentar saja</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/keslamsel.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/keslamsel.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/keslamsel.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/keslamsel.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/keslamsel.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/keslamsel.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/keslamsel.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/keslamsel.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/keslamsel.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/keslamsel.wordpress.com/421/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keslamsel.wordpress.com&blog=3826456&post=421&subd=keslamsel&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keslamsel.wordpress.com/2009/06/03/5-alasan-lari-wajib-dilakukan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5e84700ce5c803e1dd1c4042f6f8a1f6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">p4n5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/06/lari-pagi_31.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">lari-pagi_31</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kesehatan Manusia</title>
		<link>http://keslamsel.wordpress.com/2009/06/03/kesehatan-manusia/</link>
		<comments>http://keslamsel.wordpress.com/2009/06/03/kesehatan-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 01:52:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>p4n5</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pelayanan]]></category>
		<category><![CDATA[demam]]></category>
		<category><![CDATA[Diare]]></category>
		<category><![CDATA[informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[makan]]></category>
		<category><![CDATA[Obat]]></category>
		<category><![CDATA[organ]]></category>
		<category><![CDATA[rasa]]></category>
		<category><![CDATA[sakit]]></category>
		<category><![CDATA[sel]]></category>
		<category><![CDATA[selatan]]></category>
		<category><![CDATA[tubuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keslamsel.wordpress.com/?p=417</guid>
		<description><![CDATA[Organ tubuh manusia adalah mesin tercanggih yang paling rumit sejagat
raya. Kenapa dikatakan demikian? Disebut tercanggih karena organ tubuh
kita terdiri dari ratusan miliar sel yang saling berhubungan satu sama
lain, dimana bila salah satu sel rusak maka akan segera digantikan oleh
sel yang baru. Disebut paling rumit karena susunan struktur jaringan tubuh
manusia sangatlah kompleks. Bisakah anda bayangkan misalnya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keslamsel.wordpress.com&blog=3826456&post=417&subd=keslamsel&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-418" title="Clip_3" src="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/06/clip_3.jpg?w=150&#038;h=117" alt="Clip_3" width="150" height="117" />Organ tubuh manusia adalah mesin tercanggih yang paling rumit sejagat<br />
raya. Kenapa dikatakan demikian? Disebut tercanggih karena organ tubuh<br />
kita terdiri dari ratusan miliar sel yang saling berhubungan satu sama<br />
lain, dimana bila salah satu sel rusak maka akan segera digantikan oleh<br />
sel yang baru. Disebut paling rumit karena susunan struktur jaringan tubuh<br />
manusia sangatlah kompleks. Bisakah anda bayangkan misalnya, susunan urat<br />
syaraf yang menjulur keseluruh tubuh itu dapat saling berhubungan satu<br />
sama lain ketika menghantarkan rangsangan sehingga menghasilkan respon<br />
yang tepat kurang dari satu detik..!!!?? “komputer paling canggih aja<br />
masih sering loading…”. Sampai kapanpun manusia tidak akan mampu<br />
menciptakan mesin seperti layaknya tubuh manusia. Tubuh dengan<br />
kompleksitas kerumitannya mampu secara teratur menjalankan fungsinya<br />
masing-masing. Robot buatan manusia yang paling canggih pun belum bisa<br />
mengganti onderdilnya sendiri. Sedangkan manusia, bila satu sel saja<br />
rusak, maka otomatis tubuh kita akan menghasilkan sel baru sebagai<br />
pengganti sel yang rusak tadi.</p>
<p><span> </span></p>
<p>Mestinya kita mensyukuri semua ini dengan cara menjaga tubuh kita dari<br />
berbagai macam bahaya. Penyakit misalnya, bila kita pandai berkomunikasi<br />
dengan tubuh kita sendiri, kita akan tahu kapan tubuh kita butuh<br />
istirahat, kapan tubuh kita membutuhkan makan, kapan tubuh kita memerlukan<br />
perawatan ekstra, dan lain-lain. Namun, bila kita tidak pandai<br />
berkomunikasi dengan tubuh kita sendiri, bagaimana cara kita merawat tubuh<br />
kita sendiri?</p>
<p>Bagaimana pun, sekaranglah saatnya bagi kita belajar bahasa tubuh. Maksud<br />
bahasa tubuh disini ialah segala jenis reaksi yang tubuh timbulkan ketika membutuhkan sesuatu. Semakin kita tahu bahasa tubuh kita, semakin baik<br />
pula komunikasi yang terjalin antara kita dengan tubuh kita. Dengan<br />
memahami bahasa tubuh, kita akan semakin tahu apa keinginan tubuh kita.<br />
Karena bahasa tubuh adalah bahasa yang sangat alami dan sederhana. Oleh<br />
karena itu, jangan pernah berpikir bahwa memahami bahasa tubuh itu sulit,<br />
justru sangat mudah.</p>
<p>1. Rasa lapar.</p>
<p>Rasa lapar merupakan sinyal positif tubuh yang memberi informasi kepada<br />
kita bahwa mesin pengolah makanan kita telah kosng dan kini telah siap<br />
untuk bekerja kembali. Sebaiknya, makan itu bukan dengan acuan jam,<br />
melainkan dengan acuan rasa lapar. Namun, dewasa ini sangat banyak orang<br />
yang makan sebelum lapar, makan dengan patokan jam, dan juga banyak pula<br />
yang menunda-nunda waktu makan ketika sinyalnya muncul. Hal ini berakibat<br />
pada meningkatnya asam lambung dan mengganggu keseimbangan sistem<br />
pencernaan kita. Akhirnya muncul penyakit seperti maag, radang lambung,<br />
dan lain sebagainya.</p>
<p>2. Rasa ngantuk.<br />
Rasa ngantuk merupakan sinyal positif tubuh yang memberitahu kita agar<br />
segera menidurkannya atau mengistirahatkannya. Banyak diantara kita yang<br />
sering memaksakan tubuhnya untuk tetap terjaga dengan berbagai tonik dan<br />
obat-obatan serta kopi untuk menjadikan tubuh tetap segar. Padahal itu<br />
memperbudak diri sendiri dengan memaksa proses alamiah tubuh.</p>
<p>3. Rasa sakit.<br />
Rasa sakit bukanlah penyakit, tapi efek yang ditimbulkan oleh penyakit.<br />
Oleh karena itu seharusnya kita tidak boleh begitu saja meredam rasa sakit<br />
dengan berbagai obat-obatan analgetik, kecuali terpaksa karena rasa sakit<br />
yang sudah sangat tidak tertahankan. Kebiasaan meredam rasa sakit dengan<br />
berbagai obat-obatan hanya akan memperbudak tubuh kita dan justru akan<br />
semakin mempersulit kita untuk mencari sumber kerusakan tubuh penyebab<br />
rasa sakit. Cara-cara ini hanya akan memperburuk tubuh kita ketimbang<br />
memperbaikinya. Walaupun untuk sementara waktu ketika obat dimakan maka<br />
rasa sakitnya akan hilang atau berkurang, tetapi itu adalah perbaikan semu<br />
yang dipaksakan.</p>
<p>4. Rasa lelah.</p>
<p>Rasa lelah merupakan sinyal positif tubuh, yang mungkin kita telah memaksa<br />
tubuh bekerja berlebihan, menguras fisik dan pikiran, dan tubuh berharap<br />
kita mengistirahatkannya, agar energi kita segera pulih seperti sedia<br />
kala. Namun zaman sekarang, berbagai minuman energi drink yang banyak<br />
dipasaran, hanya akan menimbulkan kerusakan pada tubuh. Karena, bila anda<br />
meminum minuman energi drink yang banyak dipasaran, hanya akan memaksa<br />
tubuh tetap segar sesaat yang dipaksakan dan akan berefek terganggunya<br />
sistem keseimbangan tubuh dan menghasilkan penyakit.</p>
<p>5. Rasa mual<br />
Rasa mual merupakan sinyal positif tubuh yang tidak boleh diredam dengan<br />
berbagai macam obat anti mual. Rasa mual menandakan bahwa kondisi mesin<br />
pengolah makanan kita sedang dalam masalah atau bahkan mengalami<br />
penumpukan racundi organ pencernaan, yang membuat kita harus bijak<br />
melakukan pembersihan. Tugas kita segera memperbaiki dan<br />
mengistirahatkannya dengan hanya memberi makanan yang sangat ringan<br />
dicerna dan memiliki efek cleansing atau pembersih, seperti jus<br />
buah-buahan dan sayuran yang sesuai kebutuhan tubuh dan gejalanya.<br />
Maksudnya ialah jenis makanan harus disesuaikan dengan faktor penyebab<br />
gejala mualnya.</p>
<p>6. Demam<br />
Demam tidaklah selalu indikasi penyakit, tetapi sering kali demam juga<br />
bisa menjadi indikator adanya infeksi dalam tubuh, atau reaksi positif<br />
tubuh karena terjadi penumpukan racun dalam sistem tubuh kita, sehingga<br />
tubuh harus menghasilkan ekstra panas dengan peningkatan suhu tubuh guna<br />
membakar / menetralisasi kelebihan racun yang harus dibuang, yang tidak<br />
bisa diproses dengan suhu normal tubuh. Tugas kita adalah memberikan<br />
ekstra cairan pada tubuh kita agar keseimbangan cairan dalam tubuh tetap<br />
terjaga dengan cara minum yang banyak, karena ketika naiknya suhu<br />
tubuh(demam), tubuh melakukan pembakaran cairan lebih cepat dari biasanya.<br />
Pemberian obat penurun panas hanya boleh diberikan bila suhu tubuh tidak<br />
terkontrol, serta dengan pemberian kompres pada kedua ketiak dan dahi.</p>
<p>7. Diare<br />
Diare merupakan sinyal positif tubuh yang tidak boleh distop dengan obat.<br />
Karena diare seringkali menjadi indikasi kalau sudah terjadi penumpukan<br />
toksin dalam sistem pencernaan kita. Umumnya diare muncul kalau kita salah<br />
makan, makan makanan sembarangan yang tidak higienis atau kelebihan makan<br />
alias kekenyangan dengan berbagai jenis makanan yang tidak sinergis satu<br />
sama lain yang masuk bersamaan dalam satu waktu. Tugas kita adalah<br />
menyetop semua makanan yang masuk agar akumulasi bakteri penyebab diare<br />
bisa dihentikan, dan menggantinya dengan cairan yang banyak(seperti banyak<br />
minum air madu hangat, atau air kelapa muda).</p>
<p>Nah, setelah anda membaca semua bahasa tubuh di atas, semoga anda bisa<br />
mengambil banyak pelajaran. Karena sesungguhnya setiap penyakit yang<br />
muncul dan mengganggu keharmonisan tubuh kita seperti di atas, adalah<br />
bagian dari sinyal positif tubuh dan cara tubuh berkomunikasi dengan kita<br />
si pemilik tubuh. Seperti inilah cara tubuh menyampaikan informasi bila<br />
sudah mulai ada kerusakan sekecil apapun, tapi sayang, kita lebih sering<br />
menganggap semua itu sebagai sinyal negatif yang harus segera ditekan<br />
dengan berbagai macam obat-obatan. Cara meredam rasa sakit dengan obat<br />
paliatif(diredam gejalanya, namun tidak memperbaiki sumbernya) hanya<br />
memperbudak tubuh kita daripada mengobati atau memperbaikinya.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/keslamsel.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/keslamsel.wordpress.com/417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/keslamsel.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/keslamsel.wordpress.com/417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/keslamsel.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/keslamsel.wordpress.com/417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/keslamsel.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/keslamsel.wordpress.com/417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/keslamsel.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/keslamsel.wordpress.com/417/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keslamsel.wordpress.com&blog=3826456&post=417&subd=keslamsel&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keslamsel.wordpress.com/2009/06/03/kesehatan-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5e84700ce5c803e1dd1c4042f6f8a1f6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">p4n5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/06/clip_3.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Clip_3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>LAPORAN PROGRAM GIZI MASYARAKAT KASUS GIZI BURUK</title>
		<link>http://keslamsel.wordpress.com/2009/04/28/laporan-program-gizi-masyarakat-kasus-gizi-buruk/</link>
		<comments>http://keslamsel.wordpress.com/2009/04/28/laporan-program-gizi-masyarakat-kasus-gizi-buruk/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2009 04:18:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>p4n5</dc:creator>
				<category><![CDATA[Status Gizi Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Buruk]]></category>
		<category><![CDATA[dinas]]></category>
		<category><![CDATA[gizi]]></category>
		<category><![CDATA[Kadarzi]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[penderita]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Pola]]></category>
		<category><![CDATA[posyandu]]></category>
		<category><![CDATA[PUSKESMAS]]></category>
		<category><![CDATA[sakit]]></category>
		<category><![CDATA[Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Status]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keslamsel.wordpress.com/?p=401</guid>
		<description><![CDATA[Pembangunan sektor kesehatan bertujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, yang mana derajat kesehatan di pengaruhi oleh faktor lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan, dan kependudukan. Program perbaikan gizi mengacu pada 4 masalah gizi utama yang ada di Indonesia umumnya masalah di dominasi oleh masalah Kurang Energi Protein (KEP) / Gizi Buruk, Anemia, Gangguan Akibat Kurang Yodium (GAKY) dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keslamsel.wordpress.com&blog=3826456&post=401&subd=keslamsel&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pembangunan sektor kesehatan bertujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, yang mana derajat kesehatan di pengaruhi oleh faktor lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan, dan kependudukan. Program perbaikan gizi mengacu pada 4 masalah gizi utama yang ada di Indonesia umumnya masalah di dominasi oleh masalah Kurang Energi Protein (KEP) / Gizi Buruk, Anemia, Gangguan Akibat Kurang Yodium (GAKY) dan Kekurangan Vitamin A (KVA).   Pertumbuhan seorang anak bukan hanya sekedar gambaran perubahan Berat Badan (BB), Tinggi Badan (TB) atau ukuran tubuh lainnya, tetapi lebih dari itu memberikan gambaran tentang keseimbangan antara asupan dan kebutuhan zat gizi seorang anak yang sedang dalam proses tumbuh.  Gagal tumbuh (Growth Faltering) merupakan suatu kejadian yang ditemui pada hampir setiap anak di Indonesia. Anak Indonesia rata-rata lahir dengan berat dan panjang badan normal. Kegagalan pertumbuhan yang nyata biasanya mulai terlihat pada usia 4 bulan yang berlanjut sampai usia 2 tahun.   Gizi buruk merupakan salah satu masalah gizi yang perlu mendapat perhatian serius. Pada Tahun 2000 diperkirakan 25% anak Indonesia mengalami gizi kurang, 7% diantaranya gizi buruk.  Dari hasil pemantauan menggunakan KMS di Posyandu dan Pelacakan Puskesmas, di Kabupaten Lampung Selatan, pada tahun 2005 terdapat 39 kasus gizi buruk dan dua kejadian meninggal akibat gizi buruk. Tahun 2006  terdapat 51 kasus, tahun 2007 terdapat 27 kasus, dan tahun 2008 terdapat 12 kasus gizi buruk. Data kasus gizi buruk dan kejadian meninggal akibat gizi buruk di Kabupaten Lampung Selatan sejak tahun 2005 – 2008 disajikan dalam bentuk tabel dan diagram sebagai berikut :      Tabel 1.   Data kasus gizi buruk dan kejadian meninggal di Kabupaten Lampung  Selatan Tahun 2005</p>
<p><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-393" title="untitled12" src="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/04/untitled12.jpg?w=150&#038;h=87" alt="untitled12" width="150" height="87" /><img class="aligncenter size-medium wp-image-395" title="untitled13" src="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/04/untitled13.jpg?w=300&#038;h=238" alt="untitled13" width="300" height="238" /></p>
<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:EN-GB; 	mso-fareast-language:EN-GB;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">Dari hasil pemantauan menggunakan KMS di Posyandu dan Pelacakan Puskesmas, pada tahun 2005 terdapat 39 kasus gizi buruk dan dua kejadian meninggal akibat gizi buruk di Kabupaten Lampung Selatan. Angka kejadian gizi buruk tertinggi terdapat di puskesmas Bangun Rejo sejumlah delapan kasus. Sedangkan angka kejadian meninggal akibat gizi buruk terdapat di puskesmas Hanura dan Penengahan sejumlah masing-masing satu kejadian. , tahun 2006<span> </span>terdapat 51 kasus, tahun 2007 terdapat 27 kasus, dan tahun 2008 terdapat 12 kasus gizi buruk.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:90pt;text-align:justify;text-indent:-63pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN"><span> </span>Tabel 2. Data kasus gizi buruk dan kejadian meninggal di Kabupaten <span> </span></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN"><span> </span>Lampung Selatan Tahun 2006</span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN"><img class="aligncenter size-medium wp-image-396" title="untitled14" src="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/04/untitled14.jpg?w=300&#038;h=183" alt="untitled14" width="300" height="183" /></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN"><img class="aligncenter size-medium wp-image-397" title="untitled15" src="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/04/untitled15.jpg?w=300&#038;h=236" alt="untitled15" width="300" height="236" /></span></p>
<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:EN-GB; 	mso-fareast-language:EN-GB;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">Dari hasil pemantauan menggunakan KMS di Posyandu dan Pelacakan Puskesmas, pada tahun 2006 terdapat 51 kasus gizi buruk dan satu kejadian meninggal akibat gizi buruk di Kabupaten Lampung Selatan. Angka kejadian gizi buruk tertinggi terdapat di puskesmas Bangun Rejo dan Kalirejo sejumlah masing-masing 12 kasus. Sedangkan angka kejadian meninggal akibat gizi buruk terdapat di puskesmas Padang Cermin sebanyak satu kasus.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN"><img class="aligncenter size-medium wp-image-398" title="untitled16" src="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/04/untitled16.jpg?w=300&#038;h=250" alt="untitled16" width="300" height="250" /></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:EN-GB; 	mso-fareast-language:EN-GB;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">Dari hasil pemantauan menggunakan KMS di Posyandu dan Pelacakan Puskesmas, pada tahun 2007 terdapat 27 kasus gizi buruk dan dua kejadian meninggal akibat gizi buruk di Kabupaten Lampung Selatan. Angka kejadian gizi buruk tertinggi terdapat di puskesmas Natar, Tanjung Agung dan Hajimena sebanyak masing-masing lima kasus. Sedangkan angka kejadian meninggal akibat gizi buruk terdapat di puskesmas Karang Anyar dan Hanura sejumlah masing-masing satu kasus.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN"> <img class="aligncenter size-medium wp-image-399" title="untitled17" src="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/04/untitled17.jpg?w=300&#038;h=225" alt="untitled17" width="300" height="225" /></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:EN-GB; 	mso-fareast-language:EN-GB;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">Dari hasil pemantauan menggunakan KMS di Posyandu dan Pelacakan Puskesmas, pada tahun 2008 terdapat 12 kasus gizi buruk dan dua kejadian meninggal akibat gizi buruk di Kabupaten Lampung Selatan. Angka kejadian gizi buruk tertinggi terdapat di puskesmas Bangun Rejo sejumlah empat kasus. Sedangkan angka kejadian meninggal akibat gizi buruk terdapat di puskesmas Bangun Rejo dan Sidoharjo sejumlah masing-masing satu kasus.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN"><img class="aligncenter size-medium wp-image-400" title="untitled18" src="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/04/untitled18.jpg?w=300&#038;h=144" alt="untitled18" width="300" height="144" /></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN"><strong>Gambar Gizi Buruk Tahun 2009</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN"><strong>
<a href='http://keslamsel.wordpress.com/2009/04/28/laporan-program-gizi-masyarakat-kasus-gizi-buruk/untitled19/' title='untitled19'><img width="102" height="150" src="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/04/untitled19.jpg?w=102&#038;h=150" class="attachment-thumbnail" alt="" title="untitled19" /></a>
<a href='http://keslamsel.wordpress.com/2009/04/28/laporan-program-gizi-masyarakat-kasus-gizi-buruk/untitled20/' title='untitled20'><img width="150" height="108" src="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/04/untitled20.jpg?w=150&#038;h=108" class="attachment-thumbnail" alt="" title="untitled20" /></a>
<a href='http://keslamsel.wordpress.com/2009/04/28/laporan-program-gizi-masyarakat-kasus-gizi-buruk/untitled21/' title='untitled21'><img width="108" height="150" src="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/04/untitled21.jpg?w=108&#038;h=150" class="attachment-thumbnail" alt="" title="untitled21" /></a>
</p>
<p></strong></span></p>
<p><strong></strong></p>
<p><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-family:Arial;" lang="IN">UPAYA – UPAYA<span> </span>PENANGGULANGAN<span> </span>GIZI BURUK</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-family:Arial;" lang="IN">DI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"> </span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;" lang="IN">Melaksanakan Validasi Kasus gizi buruk<span> </span>ke penderita gizi buruk</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;" lang="IN">Melaksanakan rujukan kasus dari Puskesmas ke Rumah Sakit<span> </span>dengan menggunakan dana Jamkesmas bagi      keluarga miskin</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;" lang="IN">Pemberdayaan keluarga kasus gizi buruk.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;" lang="IN">Pemberian makanan tambahan selama 3 bulan <span> </span>kepada penderita gizi buruk melalui      dana<span> </span>APBD.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;" lang="IN">Monitoring kasus gizi buruk <span> </span>secara rutin .</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:Arial;" lang="IN">HAMBATAN DAN MASALAH</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span> </span>1.Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang Keluaga Sadar Gizi {Kadarzi}</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span> </span>2.Kurangnya penyuluhan tentang pola asuh anak yang baik dan benar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span> </span>3.Rendahnya prilaku masyarakat<span> </span>terhadap maakanan yang bergizi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span> </span>4.Kecendrungan penderita gizi buruk yang sembuh akan kambuh kembali.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span> </span>5.Masih banyak masyarkat yang belum memanfaatkan posyandu.</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/keslamsel.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/keslamsel.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/keslamsel.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/keslamsel.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/keslamsel.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/keslamsel.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/keslamsel.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/keslamsel.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/keslamsel.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/keslamsel.wordpress.com/401/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keslamsel.wordpress.com&blog=3826456&post=401&subd=keslamsel&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keslamsel.wordpress.com/2009/04/28/laporan-program-gizi-masyarakat-kasus-gizi-buruk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5e84700ce5c803e1dd1c4042f6f8a1f6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">p4n5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/04/untitled12.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">untitled12</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/04/untitled13.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">untitled13</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/04/untitled14.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">untitled14</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/04/untitled15.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">untitled15</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/04/untitled16.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">untitled16</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/04/untitled17.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">untitled17</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/04/untitled18.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">untitled18</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>FAKTA FLU BABI</title>
		<link>http://keslamsel.wordpress.com/2009/04/28/fakta-flu-babi/</link>
		<comments>http://keslamsel.wordpress.com/2009/04/28/fakta-flu-babi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2009 01:58:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>p4n5</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[baru]]></category>
		<category><![CDATA[binatang]]></category>
		<category><![CDATA[daging]]></category>
		<category><![CDATA[flu]]></category>
		<category><![CDATA[H5N1]]></category>
		<category><![CDATA[hewan]]></category>
		<category><![CDATA[influenza]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendemi]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[sakit]]></category>
		<category><![CDATA[Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[unggas]]></category>
		<category><![CDATA[vaksin]]></category>
		<category><![CDATA[WHO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keslamsel.wordpress.com/?p=389</guid>
		<description><![CDATA[Para pakar pengendali penyakit masih berupaya mencari jalan dalam mengatasi wabah flu babi di Meksiko dan Amerika Serikat, dan dugaan kasus ini di negara lain.
Apakah flu babi?
Flu babi adalah penyakit pernapasan yang menjangkiti babi. Disebabkan oleh influenza tipe A, wabah penyakit ini pada babi rutin terjadi dengan tingkat kasus tinggi namun jarang menjadi fatal.
Penyakit ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keslamsel.wordpress.com&blog=3826456&post=389&subd=keslamsel&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter size-full wp-image-390" title="20090421084532pig_66" src="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/04/20090421084532pig_66.jpg?w=66&#038;h=66" alt="20090421084532pig_66" width="66" height="66" />Para pakar pengendali penyakit masih berupaya mencari jalan dalam mengatasi wabah flu babi di Meksiko dan Amerika Serikat, dan dugaan kasus ini di negara lain.</p>
<p><strong>Apakah flu babi?</strong><br />
Flu babi adalah penyakit pernapasan yang menjangkiti babi. Disebabkan oleh influenza tipe A, wabah penyakit ini pada babi rutin terjadi dengan tingkat kasus tinggi namun jarang menjadi fatal.</p>
<p>Penyakit ini cenderung mewabah di musim semi dan musim dingin tetapi siklusnya adalah sepanjang tahun. Ada banyak jenis flu babi dan seperti flu pada manusia penyakit ini secara konstan berubah.</p>
<p><strong>Apakah manusia bisa terjangkit flu babi?</strong><br />
Flu babi biasanya tidak menjalar pada manusia, meski kasus sporadis juga terjadi dan biasanya pada orang yang berhubungan dengan babi. Catatan mengenai kasus penularan dari manusia ke manusia juga sangat jarang.</p>
<p>Penularan manusia pada manusia flu babi diperkirakan menyebar seperti flu musiman &#8211; melalui batuk dan bersin. Dalam wabah yang kini terjadi belum jelas apakah penyakit itu ditularkan dari manusia ke manusia.</p>
<p>Gejala flu babi pada manusia tampaknya serupa dengan gejala-gejala flu musiman manusia.</p>
<p><strong>Apakah ini jenis baru flu babi?</strong><br />
Badan Kesehatan Dunia, WHO, membenarkan bahwa setidaknya sejumlah kasus adalah versi H1N1 influenza tipe A yang tidak pernah ada sebelumnya.</p>
<p>H1N1 adalah virus yang menyebabkan flu musiman pada manusia secara rutin. Namun versi paling baru H1N1 ini berbeda: virus ini memuat materi genetik yang khas ditemukan dalam virus yang menulari manusia, unggas dan babi.</p>
<p>Virus flu memiliki kemampuan bertukar komponen genetik satu sama lain, dan besar kemungkinan versi baru H1N1 merupakan hasil perpaduan dari berbagai versi virus yang berbeda yang terjadi di satu binatang sumber.</p>
<p><strong>Apakah aman makan daging babi?</strong><br />
Tidak ada bukti flu babi menular lewat konsumsi daging binatang yang terjangkit. Namun, daging itu harus dimasak matang, suhu 70C akan membunuh virus itu.</p>
<p><strong>Apakah warga harus khawatir?<br />
</strong>Saat muncul jenis baru flu yang memiliki kemampuan menyebar dari manusia ke manusia pihak berwenang mengawai dengan seksama untuk melihat apakah memiliki potensi menyebabkan pandemi.</p>
<p>WHO memperingatkan kasus-kasus di Meksiko dan Amerika Serikat berpotensi menyebabkan pandemi global dan menegaskan situasi ini serius.</p>
<p>Akan tetapi, WHO mengatakan masih terlalu dini untuk menilai situasi ini secara akurat. Saat ini, WHO mengatakan dunia hampir mendekati situasi pandemi flu dibandingkan tahun-tahun sejak 1968 &#8211; tingkat ancamannya adalah tiga dari skala enam.</p>
<p>Tidak ada yang tahu dampak pandemi penyakit ini sepenuhnya, namun para pakar memperingatkan korban tewas bisa mencapai jutaan orang di seluruh dunia. Pandemi flu Spanyol, yang dimulai tahun 1819 dan juga disebabkan oleh virus H1N1, menewaskan jutaan orang.</p>
<p>Fakta bahwa kasus-kasus di Amerika Serikat sejauh ini memperlihatkan gejala-gejala ringan merupakan berita baik. Sementara parahnya wabah di Meksiko kemungkinan disebabkan oleh faktor wilayah yang tidak biasa yang kecil kemungkinan terjadi wilayah lain di dunia.</p>
<p>Akan tetapi, fakta bahwa sebagian besar korban berusia muda menunjukkan satu hal yang tidak baisa. Biasanya flu musiman cenderung melanda kaum berusia tua.</p>
<p><strong>Bagaimana dengan pengobatan dan vaksin?</strong><br />
Pemerintah Amerika mengatakan dua obat yang biasa digunakan untuk mengobati flu, Tamiflu dan Relenza, tampaknya efektif dalam mengatasi kasus-kasus yang terjadi sejauh ini. Belum jelas keefektifan vaksin flu yang kini ada dalam melindungi manusia dari virus baru ini, karena secara genetik berbeda dengan jenis flu lain.</p>
<p>Ilmuwan Amerika telah mengembangkan satu vaksin baru, namun diperlukan waktu untuk menyempurnakannya dan juga memproduksi dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi permintaan.</p>
<p><strong>Bagaimana dengan flu burung?</strong><br />
Jenis flu burung yang menyebabkan kematian di Asia Tenggara dalam beberapa tahun ini berbeda dengan jenis flu babi yang kini mewabah. Bentuk baru flu babi ini adalah H1N1 jenis baru, sementara flu burung adalah H5N1.</p>
<p>Para pakar khawatir H5N1 berpotensi menyebabkan pendemi karena kemampuannya bermutasi secara cepat. Akan tetapi hingga sekarang penyakit itu masih merupakan penyakit unggas.</p>
<p>Mereka yang terjangkit adalah mereka yang berhubungan dengan unggas dan kasus penularan dari manusia ke manusia sangat jarang &#8211; tidak ada tanda-tanda bahwa H5N1 sudah bisa menular dari manusia ke manusia dengan mudah.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/keslamsel.wordpress.com/389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/keslamsel.wordpress.com/389/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/keslamsel.wordpress.com/389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/keslamsel.wordpress.com/389/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/keslamsel.wordpress.com/389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/keslamsel.wordpress.com/389/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/keslamsel.wordpress.com/389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/keslamsel.wordpress.com/389/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/keslamsel.wordpress.com/389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/keslamsel.wordpress.com/389/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keslamsel.wordpress.com&blog=3826456&post=389&subd=keslamsel&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keslamsel.wordpress.com/2009/04/28/fakta-flu-babi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5e84700ce5c803e1dd1c4042f6f8a1f6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">p4n5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/04/20090421084532pig_66.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">20090421084532pig_66</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Depkes Waspadai Flu Babi</title>
		<link>http://keslamsel.wordpress.com/2009/04/27/depkes-waspadai-flu-babi/</link>
		<comments>http://keslamsel.wordpress.com/2009/04/27/depkes-waspadai-flu-babi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2009 07:46:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>p4n5</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pelayanan]]></category>
		<category><![CDATA[babi]]></category>
		<category><![CDATA[baru]]></category>
		<category><![CDATA[binatang]]></category>
		<category><![CDATA[depkes]]></category>
		<category><![CDATA[dirjen]]></category>
		<category><![CDATA[flu]]></category>
		<category><![CDATA[hewan]]></category>
		<category><![CDATA[influenza]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[lab]]></category>
		<category><![CDATA[laboratorium]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[sakit]]></category>
		<category><![CDATA[Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[WHO]]></category>
		<category><![CDATA[zoonosis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keslamsel.wordpress.com/?p=384</guid>
		<description><![CDATA[Guna mengantisipasi munculnya kasus flu babi, Departemen Kesehatan mengirimkan surat edaran kewaspadaan dini kepada jajaran dinas kesehatan dan kantor kesehatan pelabuhan di seluruh provinsi di Indonesia.
Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan (Dirjen P2PL Depkes) Tjandra Yoga Aditama, Minggu (26/4), di Jakarta.
Ketua Komisi Teknis Kesehatan Dewan Riset Nasional Prof Amin Soebandrio, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keslamsel.wordpress.com&blog=3826456&post=384&subd=keslamsel&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-387" title="0853325p" src="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/04/0853325p.jpg?w=150&#038;h=113" alt="0853325p" width="150" height="113" />Guna mengantisipasi munculnya kasus flu babi, Departemen Kesehatan mengirimkan surat edaran kewaspadaan dini kepada jajaran dinas kesehatan dan kantor kesehatan pelabuhan di seluruh provinsi di Indonesia.</p>
<p>Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan (Dirjen P2PL Depkes) Tjandra Yoga Aditama, Minggu (26/4), di Jakarta.</p>
<p><span style="color:#000000;">Ketua Komisi Teknis Kesehatan Dewan Riset Nasional <span style="color:#000000;">Prof Amin Soebandrio, menjelaskan, flu babi adalah <span style="color:#000000;">penyakit pernapasan babi yang disebabkan virus influenza tipe A yang sering menyebabkan wabah influenza di babi, dengan angka kematian rendah. Sebagian besar wabah terjadi pada akhir musim dingin dan bulan-bulan di m<span style="color:#000000;">ana juga terjadi wabah flu pada manusia. </span></span></span></span></p>
<p>Sementara itu, Tjandra Yoga menyatakan pihaknya telah mengirimkan surat edaran kewaspadaan dini ke dinkes dan kantor kesehatan pelabuhan di seluruh provinsi di Indonesia. &#8220;Kami telah mengumpulkan jajaran kantor kesehatan pelabuhan se-Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan. Kebetulan semua sedang berkumpul di Makassar untuk mengikuti simulasi pandemi flu burung di Makassar,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Simulasi episenter pandemi yang dilaksanakan di Makassar pada 25-26 April juga merupakan salah satu upaya persiapan Depkes dan lintas sektor terkait dalam menghadapi berbagai kemungkinan kejadian luar biasa, kata Tjandra Yoga menegaskan</p>
<p>Sejauh ini, pihaknya tengah mengumpulkan data dan kajian ilmiah mengenai penyakit itu dari berbagai sumber dan terus berkoordinasi dengan Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk memantau perkembangan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat keganasan flu babi dan apa bentuk penanganan paling tepat menghadapi ancaman flu babi di Indonesia.</p>
<p>&#8220;Kami juga tengah mempersiapkan kemungkinan pemeriksaan laboratorium untuk flu babi ini,&#8221; ujarnya menambahkan. Depkes juga berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Peternakan Departemen Pertanian untuk merumuskan langkah-langkah dan membentuk tim zoonosis bersama.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/keslamsel.wordpress.com/384/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/keslamsel.wordpress.com/384/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/keslamsel.wordpress.com/384/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/keslamsel.wordpress.com/384/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/keslamsel.wordpress.com/384/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/keslamsel.wordpress.com/384/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/keslamsel.wordpress.com/384/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/keslamsel.wordpress.com/384/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/keslamsel.wordpress.com/384/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/keslamsel.wordpress.com/384/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keslamsel.wordpress.com&blog=3826456&post=384&subd=keslamsel&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keslamsel.wordpress.com/2009/04/27/depkes-waspadai-flu-babi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5e84700ce5c803e1dd1c4042f6f8a1f6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">p4n5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://keslamsel.files.wordpress.com/2009/04/0853325p.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">0853325p</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>