LAPORAN PROGRAM GIZI MASYARAKAT KASUS GIZI BURUK
April 28, 2009 at 4:18 am 4 komentar
Pembangunan sektor kesehatan bertujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, yang mana derajat kesehatan di pengaruhi oleh faktor lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan, dan kependudukan. Program perbaikan gizi mengacu pada 4 masalah gizi utama yang ada di Indonesia umumnya masalah di dominasi oleh masalah Kurang Energi Protein (KEP) / Gizi Buruk, Anemia, Gangguan Akibat Kurang Yodium (GAKY) dan Kekurangan Vitamin A (KVA). Pertumbuhan seorang anak bukan hanya sekedar gambaran perubahan Berat Badan (BB), Tinggi Badan (TB) atau ukuran tubuh lainnya, tetapi lebih dari itu memberikan gambaran tentang keseimbangan antara asupan dan kebutuhan zat gizi seorang anak yang sedang dalam proses tumbuh. Gagal tumbuh (Growth Faltering) merupakan suatu kejadian yang ditemui pada hampir setiap anak di Indonesia. Anak Indonesia rata-rata lahir dengan berat dan panjang badan normal. Kegagalan pertumbuhan yang nyata biasanya mulai terlihat pada usia 4 bulan yang berlanjut sampai usia 2 tahun. Gizi buruk merupakan salah satu masalah gizi yang perlu mendapat perhatian serius. Pada Tahun 2000 diperkirakan 25% anak Indonesia mengalami gizi kurang, 7% diantaranya gizi buruk. Dari hasil pemantauan menggunakan KMS di Posyandu dan Pelacakan Puskesmas, di Kabupaten Lampung Selatan, pada tahun 2005 terdapat 39 kasus gizi buruk dan dua kejadian meninggal akibat gizi buruk. Tahun 2006 terdapat 51 kasus, tahun 2007 terdapat 27 kasus, dan tahun 2008 terdapat 12 kasus gizi buruk. Data kasus gizi buruk dan kejadian meninggal akibat gizi buruk di Kabupaten Lampung Selatan sejak tahun 2005 – 2008 disajikan dalam bentuk tabel dan diagram sebagai berikut : Tabel 1. Data kasus gizi buruk dan kejadian meninggal di Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2005


Dari hasil pemantauan menggunakan KMS di Posyandu dan Pelacakan Puskesmas, pada tahun 2005 terdapat 39 kasus gizi buruk dan dua kejadian meninggal akibat gizi buruk di Kabupaten Lampung Selatan. Angka kejadian gizi buruk tertinggi terdapat di puskesmas Bangun Rejo sejumlah delapan kasus. Sedangkan angka kejadian meninggal akibat gizi buruk terdapat di puskesmas Hanura dan Penengahan sejumlah masing-masing satu kejadian. , tahun 2006 terdapat 51 kasus, tahun 2007 terdapat 27 kasus, dan tahun 2008 terdapat 12 kasus gizi buruk.
Tabel 2. Data kasus gizi buruk dan kejadian meninggal di Kabupaten
Lampung Selatan Tahun 2006

Dari hasil pemantauan menggunakan KMS di Posyandu dan Pelacakan Puskesmas, pada tahun 2006 terdapat 51 kasus gizi buruk dan satu kejadian meninggal akibat gizi buruk di Kabupaten Lampung Selatan. Angka kejadian gizi buruk tertinggi terdapat di puskesmas Bangun Rejo dan Kalirejo sejumlah masing-masing 12 kasus. Sedangkan angka kejadian meninggal akibat gizi buruk terdapat di puskesmas Padang Cermin sebanyak satu kasus.

Dari hasil pemantauan menggunakan KMS di Posyandu dan Pelacakan Puskesmas, pada tahun 2007 terdapat 27 kasus gizi buruk dan dua kejadian meninggal akibat gizi buruk di Kabupaten Lampung Selatan. Angka kejadian gizi buruk tertinggi terdapat di puskesmas Natar, Tanjung Agung dan Hajimena sebanyak masing-masing lima kasus. Sedangkan angka kejadian meninggal akibat gizi buruk terdapat di puskesmas Karang Anyar dan Hanura sejumlah masing-masing satu kasus.

Dari hasil pemantauan menggunakan KMS di Posyandu dan Pelacakan Puskesmas, pada tahun 2008 terdapat 12 kasus gizi buruk dan dua kejadian meninggal akibat gizi buruk di Kabupaten Lampung Selatan. Angka kejadian gizi buruk tertinggi terdapat di puskesmas Bangun Rejo sejumlah empat kasus. Sedangkan angka kejadian meninggal akibat gizi buruk terdapat di puskesmas Bangun Rejo dan Sidoharjo sejumlah masing-masing satu kasus.

Gambar Gizi Buruk Tahun 2009
UPAYA – UPAYA PENANGGULANGAN GIZI BURUK
DI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
- Melaksanakan Validasi Kasus gizi buruk ke penderita gizi buruk
- Melaksanakan rujukan kasus dari Puskesmas ke Rumah Sakit dengan menggunakan dana Jamkesmas bagi keluarga miskin
- Pemberdayaan keluarga kasus gizi buruk.
- Pemberian makanan tambahan selama 3 bulan kepada penderita gizi buruk melalui dana APBD.
- Monitoring kasus gizi buruk secara rutin .
HAMBATAN DAN MASALAH
1.Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang Keluaga Sadar Gizi {Kadarzi}
2.Kurangnya penyuluhan tentang pola asuh anak yang baik dan benar
3.Rendahnya prilaku masyarakat terhadap maakanan yang bergizi.
4.Kecendrungan penderita gizi buruk yang sembuh akan kambuh kembali.
5.Masih banyak masyarkat yang belum memanfaatkan posyandu.
Entry filed under: Status Gizi Masyarakat. Tags: Buruk, dinas, gizi, Kadarzi, Kasus, Kesehatan, Lampung, Masyarakat, meninggal, penderita, Penyakit, Pola, posyandu, PUSKESMAS, sakit, Sehat, selatan, Status.
4 Komentar Add your own
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed

















1.
ikhtiyaruddin | Juni 12, 2009 pada 6:54 am
menurut saya hal pelaporan singkat ini dan berani mempublikasikannya merupakan hal yang harus di acungkan jempol, saya mahasiswa epidemiologi lapangan khususnya banyak membahas tentang survelans penyakit sangat mendapat masukan sebagai bahan kuliah, sebab hal ini jarang dilakuan oleh pihak pemerintah karena disebabkan beberapa hal, saya kira hal – hal tersebut kita tahu…………………………..
2.
M. Hayat< SKM | Januari 6, 2010 pada 5:44 am
Penentuan status gizi buruk saat ini dianjurkan menggunakan SD, dimana ada perbedaan antara balita laki-laki dan balita perempuan.
(KMS baru).
Dalam menangani kasus gizi buruk hal yg perlu juga kita perhatikan adalah kerjasama lintas sektor. misalnya dengan dinas pertanian, pemberdayaan perempuan, depag, dinsos dll.
3.
anggun | Februari 27, 2010 pada 12:03 pm
sdr ikhtiyarudin >> thx atas sarannya…untuk KMS menurut jenis kelamin, di Lampung Selatan sendiri sedang mensosialisasikannya…
4.
accy | April 29, 2011 pada 1:08 pm
antisipasi yang harus dlakukan untuk mengatasi masa gizi buruk?????