Archive for April, 2009
LAPORAN PROGRAM GIZI MASYARAKAT KASUS GIZI BURUK
Pembangunan sektor kesehatan bertujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, yang mana derajat kesehatan di pengaruhi oleh faktor lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan, dan kependudukan. Program perbaikan gizi mengacu pada 4 masalah gizi utama yang ada di Indonesia umumnya masalah di dominasi oleh masalah Kurang Energi Protein (KEP) / Gizi Buruk, Anemia, Gangguan Akibat Kurang Yodium (GAKY) dan Kekurangan Vitamin A (KVA). Pertumbuhan seorang anak bukan hanya sekedar gambaran perubahan Berat Badan (BB), Tinggi Badan (TB) atau ukuran tubuh lainnya, tetapi lebih dari itu memberikan gambaran tentang keseimbangan antara asupan dan kebutuhan zat gizi seorang anak yang sedang dalam proses tumbuh. Gagal tumbuh (Growth Faltering) merupakan suatu kejadian yang ditemui pada hampir setiap anak di Indonesia. Anak Indonesia rata-rata lahir dengan berat dan panjang badan normal. Kegagalan pertumbuhan yang nyata biasanya mulai terlihat pada usia 4 bulan yang berlanjut sampai usia 2 tahun. Gizi buruk merupakan salah satu masalah gizi yang perlu mendapat perhatian serius. Pada Tahun 2000 diperkirakan 25% anak Indonesia mengalami gizi kurang, 7% diantaranya gizi buruk. Dari hasil pemantauan menggunakan KMS di Posyandu dan Pelacakan Puskesmas, di Kabupaten Lampung Selatan, pada tahun 2005 terdapat 39 kasus gizi buruk dan dua kejadian meninggal akibat gizi buruk. Tahun 2006 terdapat 51 kasus, tahun 2007 terdapat 27 kasus, dan tahun 2008 terdapat 12 kasus gizi buruk. Data kasus gizi buruk dan kejadian meninggal akibat gizi buruk di Kabupaten Lampung Selatan sejak tahun 2005 – 2008 disajikan dalam bentuk tabel dan diagram sebagai berikut : Tabel 1. Data kasus gizi buruk dan kejadian meninggal di Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2005


Dari hasil pemantauan menggunakan KMS di Posyandu dan Pelacakan Puskesmas, pada tahun 2005 terdapat 39 kasus gizi buruk dan dua kejadian meninggal akibat gizi buruk di Kabupaten Lampung Selatan. Angka kejadian gizi buruk tertinggi terdapat di puskesmas Bangun Rejo sejumlah delapan kasus. Sedangkan angka kejadian meninggal akibat gizi buruk terdapat di puskesmas Hanura dan Penengahan sejumlah masing-masing satu kejadian. , tahun 2006 terdapat 51 kasus, tahun 2007 terdapat 27 kasus, dan tahun 2008 terdapat 12 kasus gizi buruk.
Tabel 2. Data kasus gizi buruk dan kejadian meninggal di Kabupaten
Lampung Selatan Tahun 2006

Dari hasil pemantauan menggunakan KMS di Posyandu dan Pelacakan Puskesmas, pada tahun 2006 terdapat 51 kasus gizi buruk dan satu kejadian meninggal akibat gizi buruk di Kabupaten Lampung Selatan. Angka kejadian gizi buruk tertinggi terdapat di puskesmas Bangun Rejo dan Kalirejo sejumlah masing-masing 12 kasus. Sedangkan angka kejadian meninggal akibat gizi buruk terdapat di puskesmas Padang Cermin sebanyak satu kasus.

Dari hasil pemantauan menggunakan KMS di Posyandu dan Pelacakan Puskesmas, pada tahun 2007 terdapat 27 kasus gizi buruk dan dua kejadian meninggal akibat gizi buruk di Kabupaten Lampung Selatan. Angka kejadian gizi buruk tertinggi terdapat di puskesmas Natar, Tanjung Agung dan Hajimena sebanyak masing-masing lima kasus. Sedangkan angka kejadian meninggal akibat gizi buruk terdapat di puskesmas Karang Anyar dan Hanura sejumlah masing-masing satu kasus.

Dari hasil pemantauan menggunakan KMS di Posyandu dan Pelacakan Puskesmas, pada tahun 2008 terdapat 12 kasus gizi buruk dan dua kejadian meninggal akibat gizi buruk di Kabupaten Lampung Selatan. Angka kejadian gizi buruk tertinggi terdapat di puskesmas Bangun Rejo sejumlah empat kasus. Sedangkan angka kejadian meninggal akibat gizi buruk terdapat di puskesmas Bangun Rejo dan Sidoharjo sejumlah masing-masing satu kasus.

Gambar Gizi Buruk Tahun 2009
UPAYA – UPAYA PENANGGULANGAN GIZI BURUK
DI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
- Melaksanakan Validasi Kasus gizi buruk ke penderita gizi buruk
- Melaksanakan rujukan kasus dari Puskesmas ke Rumah Sakit dengan menggunakan dana Jamkesmas bagi keluarga miskin
- Pemberdayaan keluarga kasus gizi buruk.
- Pemberian makanan tambahan selama 3 bulan kepada penderita gizi buruk melalui dana APBD.
- Monitoring kasus gizi buruk secara rutin .
HAMBATAN DAN MASALAH
1.Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang Keluaga Sadar Gizi {Kadarzi}
2.Kurangnya penyuluhan tentang pola asuh anak yang baik dan benar
3.Rendahnya prilaku masyarakat terhadap maakanan yang bergizi.
4.Kecendrungan penderita gizi buruk yang sembuh akan kambuh kembali.
5.Masih banyak masyarkat yang belum memanfaatkan posyandu.
1 comment April 28, 2009
EVALUASI PROGRAM PEMBERANTASAN PENYAKIT KUSTA KAB. LAMPUNG SELATAN TAHUN 2008
MARSONO, SKM, M.KES
Continue Reading Add comment April 1, 2009



Para pakar pengendali penyakit masih berupaya mencari jalan dalam mengatasi wabah flu babi di Meksiko dan Amerika Serikat, dan dugaan kasus ini di negara lain.
Guna mengantisipasi munculnya kasus flu babi, Departemen Kesehatan mengirimkan surat edaran kewaspadaan dini kepada jajaran dinas kesehatan dan kantor kesehatan pelabuhan di seluruh provinsi di Indonesia.









