Archive for Desember, 2008

Demam Berdarah & Flu Burung

Musim kemarau telah berlalu dan kita memasuki musim penghujan. Di beberapa daerah di Indonesia dilaporkan curah hujan cukup deras bahkan diantaranya hingga menimbulkan banjir yang meresahkan. Selain bahaya banjir yang mengancam, kita harus bersikap waspada terhadap penyakit. Kekebalan tubuh cenderung menurun di tengah musim hujan karena tubuh harus melakukan adaptasi terhadap perubahan suhu dan kelembaban udara. Penurunan kekebalan tubuh ini menyebabkan kita menjadi lebih rentan terhadap penyakit yang sering muncul di musim hujan seperti demam berdarah dan flu burung (bird flu).

Demam Berdarah

Demam berdarah atau DBD adalah penyakit akibat virus Dengue yang ditularkan melalui perantara nyamuk Aedes aegypti. Pada saat ini, pasien penderita demam berdarah terus meningkat secara signifikan bahkan di propinsi DKI Jakarta tercatat 1.752 penderita-8 diantaranya meninggal-yang dirawat akibat demam berdarah sejak awal Januari lalu. Penyakit ini jika tidak segera ditangani dapat menimbulkan komplikasi yang serius bahkan berakhir pada kematian.

Seseorang dapat tertular penyakit DBD akibat terjangkit virus melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang memiliki ciri-ciri berbadan hitam dengan bintik-bintik putih dan menggigit pada siang hari. Nyamuk ini tinggal di dalam dan di sekitar rumah serta bersarang/bertelur di genangan air yang bersih/jernih, senang hinggap pada pakaian yang bergantungan di kamar. Nyamuk bertelur di permukaan air lalu berkembang menjadi jentik, pupa, akhirnya menjadi nyamuk dewasa dalam waktu kira-kira 10 hari.

Gejala biasanya dirasakan oleh penderita dalam waktu 7 hari setelah virus masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk berupa :

o Panas tinggi yang mendadak 2-7 hari
o Sakit kepala
o Mual
o Nyeri ulu hati
o Tanda-tanda perdarahan seperti :
o Bintik-bintik merah di kulit yang tidak hilang dengan penekanan
o Perdarahan dari hidung/mimisan
o Gusi berdarah
o Berak darah, muntah darah
o Pada kasus berat, kesadaran penderita semakin menurun, sesak nafas, tangan dan kaki berkeringat dingin.

Bila ditemukan gejala-gejala tersebut, segera lakukan pertolongan pertama pada penderita yang mungkin menderita penyakit demam berdarah seperti :

o Memberi minum sebanyak mungkin
o Obat penurun panas, dapat dibantu dengan kompres
o Selanjutnya penderita segera di bawa ke dokter/Puskemas yang terdekat untuk diperiksa. Bila diduga menderita Demam Berdarah, penderita akan dikirim ke RS untuk dirawat.

Mengingat demam berdarah merupakan penyakit yang dapat berakibat fatal, upaya pencegahan memegang peranan yang sangat penting. Pencegahan dilakukan dengan melakukan tindakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Tindakan PSN adalah cara yang terbaik, ampuh, murah, mudah dan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

o Gerakan 3 M “Menguras, Menutup, Mengubur”
o Menguras. Bersihkan (kuras) tempat penyimpanan air (bak mandi, drum,dll) sekurang-kurangnya 1x/minggu. Gantilah air di vas kembang, tempat minum burung, perangkap semut dll sekurang-kurangnya 1x/minggu.
o Menutup. Tutuplah rapat-rapat tempat penampungan air seperti tempayan, drum dll agar nyamuk tidak masuk dan berkembang biak di tempat itu.
o Mengubur. Kubur/buanglah barang-barang bekas seperti kaleng, ban, botol dll yang dapat menampung air hujan agar tidak menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
o Untuk tempat yang tidak mungkin atau sulit dikuras, dapat dilakukan abatisasi setiap 2-3 bulan sekali dengan menggunakan bubuk ABATE untuk membunuh jentik-jentik nyamuk.
o Cara Penggunaan : Larutkan bubuk ABATE (dengan takaran 10 liter air = 1 gram bubuk ABATE) dalam genangan air.
o Selama 3 bulan bila tempat penampungan air akan dibersihkan/diganti airnya, hendaknya dinding tempat penampungan air tidak disikat.
o Air yang telah dibubuhi bubuk ABATE dengan takaran yang benar, tidak membahayakan dan tetap aman bia air itu diminum.
o Penyemprotan/fogging untuk membunuh nyamuk dewasa

Flu burung

Flu burung/bird flu (avian influenza) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus pada burung/unggas. Virus ini dapat ditemukan pada air liur, sekresi pernafasan dan kotoran burung/unggas. Terdapat 15 subtipe virus flu burung namun penyakit yang sering dibicarakan pada saat ini yang berasal dari infeksi virus H5N1. Tingkat kematian akibat flu burung yang disebabkan virus ini pada manusia sangat tinggi. Berdasarkan penelitian WHO yang dilakukan di Vietnam, dari 10 penderita flu burung, 8 orang meninggal, 1 orang sembuh dan 1 dalam kondisi kritis. Sampai saat ini manusia terjangkit melalui unggas dan belum ada bukti penularan antar manusia. Namun tidak tertutup kemungkinan bahwa virus flu burung dapat bermutasi menjadi varian baru sehingga virus dapat menular melalui antar manusia dan menjadi wabah di dunia.

Manusia dapat tertular flu burung jika terkena kontak dengan burung & unggas yang sakit. Penyebaran penyakit flu burung jelas melintasi batas Negara (pandemi). Kasus flu burung akibat infeksi virus H5N1 dilaporkan di Indonesia pada bulan Agustus 2003. Sampai saat ini total kasus infeksi di Indonesia akibat flu burung pada manusia mencapai 80 kasus dan 62 diantaranya menyebabkan kematian. Selama musim hujan seperti sekarang, masyarakat diharapkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap virus flu burung. Hal ini disebabkan daya tahan virus H5N1 pada musim hujan/musim dingin meningkat sedangkan daya tahan tubuh manusia pada musim hujan akan turun sehingga mudah terinfeksi.

Flu burung banyak menyerang anak-anak <12 tahun. Hampir separuh kasus flu burung pada manusia menimpa anak-anak karena sistem kekebalan tubuh anak-anak belum kuat. Gejala flu burung pada manusia menyerupai gejala flu pada umumnya seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, sakit tenggorokan dan batuk tetapi kondisi penderita sangat cepat menurun drastis akibat peradangan di paru-paru (pneumonia). Pada keadaan berat, kesadaran penderita semakin menurun, sesak nafas yang bila berlanjut menjadi gagal nafas yang menyebabkan kematian.

Gejala yang terjadi pada manusia yang menderita flu burung :

-Demam (suhu badan diatas 38 C)
-Nyeri otot
-Lemas
-Tidak nafsu makan, muntah, diare, nyeri perut
-Sakit kepala
-Infeksi mata
-Batuk dan nyeri tenggorokan
-Peradangan paru-paru (pneumonia)

Sampai saat ini belum ditemukan obat yang spesifik untuk flu burung. Terapi yang diberikan berupa anti virus seperti oseltamivir (Tamiflu©), antibiotik dan obat-obatan yang bersifat suportif meredakan gejala batuk, sakit kepala dll. Upaya pencegahan penularan harus dilakukan dengan cara menghindari bahan yang terkontaminasi kotoran dan sekret unggas mengingat belum ada obat yang spesifik untuk penyakit ini. Para peneliti sedang mengembangkan vaksin yang dapat melindungi kita dari flu burung sementara itu kita harus melakukan tindakan pencegahan seperti :

o Diri sendiri
o Menjaga daya tahan tubuh dengan memakan makanan bergizi dan istirahat cukup.
o Mengolah produk unggas/burung dengan memasak sampai matang (goreng, rebus, panggang) karena virus H5N1 mati pada suhu tinggi tersebut.
o Rajin cuci tangan dengan sabun/cairan antiseptik
o Bersihkan permukaan dengan deterjen, cairan alkohol 70%, pemutih/khlorin 0.5%
o Gunakan penutup mulut dan hidung, sarung tangan dan sepatu boot bila memasuki daerah yang telah terjangkit virus flu burung
o Amati dengan teliti kesehatan anda apabila telah melakukan kontak dengan unggas/burung. Segera pergi ke pusat kesehatan terdekat bila timbul gejala demam, infeksi mata, dan/atau kesulitan bernafas.
o Lingkungan
o Menjaga kebersihan lingkungan (khususnya kandang unggas dan burung)
o Menjauhkan kandang unggas (ayam, itik, dll) dari tempat tinggal
o Gunakan penutup hidung dan sarung tangan bila akan mengolah tanaman dengan pupuk kandang
o Jangan membuang kotoran (jeroan, bulu ayam, dll) sembarangan tetapi dibungkus plastik serta dibuang di tempat yang aman.
o Bersihkan makanan ternak/burung yang tercecer di tanah/lantai agar tidak mengundang burung liar dating

dr. Sheila Agustini
Citraland Medical Center

3 comments Desember 24, 2008

Lampung Waspadai Penyakit DBD

Memasuki puncak musim hujan, Lampung mewaspadai penyebaran demam berdarah dengue. Hal itu karena selama periode Januari hingga 11 Desember 2008, terdapat 37 penderita DBD yang meninggal atau naik 60 persen dibandingkan dengan jumlah kematian tahun 2007.

Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Lampung Ismen Mukhtar, Sabtu (13/12), mengatakan, pada periode Januari-11 Desember 2008, jumlah kematian pasien akibat DBD paling banyak terjadi di Bandar Lampung. Sebanyak 12 pasien DBD di antaranya tercatat meninggal.

Sementara itu, kabupaten/kota di Lampung yang juga terdapat kasus kematian DBD adalah Lampung Tengah dengan 11 pasien, di Metro enam pasien, di Lampung Selatan tiga pasien, di Tanggamus tiga pasien, di Lampung Utara satu pasien, dan di Pesawaran satu pasien.

Sesuai siklus penyebaran DBD, jumlah penderita DBD di Lampung terbanyak terjadi pada Januari sampai dengan Maret 2008. Jumlah kasus DBD selama 2008 tercatat sebanyak 3.998 kasus.

Ismen juga mengatakan, kendati jumlah kasus DBD pada 2007 lebih banyak dibandingkan dengan kasus 2008, jumlah penderita DBD yang meninggal pada 2008 lebih banyak ketimbang jumlah penderita DBD yang meninggal pada 2007. Pada tahun 2007, hanya terjadi 23 kasus kematian penderita DBD dari total jumlah kasus sebanyak 4.470.

Kasus kematian akibat DBD tersebar di Bandar Lampung sebanyak 15 pasien, di Metro tiga pasien, di Lampung Tengah dua pasien, di Lampung Utara satu pasien, di Lampung Selatan satu pasien, dan di Pesawaran satu pasien.

Berdasarkan catatan Seksi Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Lampung, Bandar Lampung dan Metro tercatat sebagai wilayah dengan kasus DBD tinggi. ”Wilayah Bandar Lampung memang merupakan wilayah endemi DBD,” ujar Ismen.

Sebagai upaya pencegahan dan antisipasi terhadap penyebaran DBD di dua wilayah tersebut, Dinas Kesehatan Lampung mengubah pencatatan kasus. Pencatatan kasus diubah dari metode bulanan ke harian.

Metode pencatatan bulanan menyebabkan Dinas Kesehatan terlambat melakukan antisipasi atau pencegahan. Sementara pencatatan harian memudahkan Dinas Kesehatan melakukan pemantauan penyebaran DBD di dua wilayah yang tergolong banyak ditemukan kasus DBD.

Terlambat

Sementara itu, tingginya kasus kematian pasien akibat DBD terjadi karena pasien terlambat dibawa berobat ke rumah sakit atau puskesmas. Apalagi gejala DBD hampir sama dengan gejala demam biasa sehingga pasien terkadang sulit membedakan kedua penyakit tersebut.

Memasuki puncak musim hujan, masyarakat Lampung diminta mewaspadai DBD. Masyarakat diminta rutin melakukan pembersihan sarang nyamuk (PSN) untuk menekan persebaran nyamuk.

Add comment Desember 23, 2008

Stres , Hipertensi dan Terapi Musik

Banyak penelitian telah diketahui hubungan antara stress dan hipertensi. Seperti misalnya pasien yang mengalami stress kecemasan sebelum dilakukan operasi dapat mengalami peningkatan tekanan darah secara mendadak. Tidak heran pula bila kita pernah mendengar seseorang mengalami serangan jantung maupun stroke pada saat orang tersebut tidak dapat mengontrol emosi  negatif  , seperti  amarah.

Dalam kehidupan sehari-hari  , emosi negatif  seperti : amarah, cemas dan depresi terkadang, tanpa disadari  timbul sedikit demi sedikit dan stimulus emosi negatif ini diterima oleh bagian otak kita , yang disebut sistem  Limbik. Sistem Limbik yang terdiri dari Amigdala, Thalamus dan Hipothalamus ini berperanan  sangat penting dan berhubungan langsung dengan sistem otonom maupun bagian otak penting lainnya.  Karena  hubungan langsung sistem Limbik  dengan sistem otonom, jadinya bila ada stimulus emosi negatif yang langsung masuk dan diterima oleh sistem Limbik dapat menyebabkan berbagai gangguan seperti : gangguan jantung  , hipertensi maupun gangguan saluran cerna. Tidak heran saat seseorang marah , maka jantung akan berdetak lebih cepat dan lebih keras  dan  tekanan darah dapat meninggi .

Stimulus emosi dari luar ini dapat langsung potong jalur masuk ke sistem Limbik tanpa dikontrol oleh bagian otak yang mengatur fungsi intelektual yang mampu melihat stimulus tadi secara lebih obyektif dan rasional. Hal ini menjelaskan kenapa seseorang yang sedang mengalami emosi kadang perilakunya tidak rasional.  Permasalahan lain adalah pada beberapa keadaan seringkali emosi negatif seperti cemas dan depresi timbul secara perlahan tanpa disadari dan individu tersebut baru menyadari saat setelah timbul gejala fisik , seperti misalnya hipertensi. Jadinya  dari uraian di atas, jelaslah bahwa pengobatan hipertensi tidak hanya mengandalkan obat-obat dari dokter maupun mengatur diet semata, namun penting pula untuk membuat tubuh kita selalu dalam keadaan rileks dengan memberikan stimulus emosi positif ke otak kita.  Berbagai terapi telah diketahui dapat memberikan stimulus positif pada otak kita, seperti misalnya meditasi, yoga , maupun terapi musik.  Berbeda dengan Yoga dan meditasi ,terapi musik lebih mudah diaplikasikan tanpa batasan apapun.

Terapi musik telah banyak dibahas pada berbagai literatur medis. Penggunaan terapi musik sendiri sudah dimulai setelah Perang Dunia I, ketika  itu  para pelaku terapi hanya sekelompok pemusik dan digunakan untuk mengobati para veteran yang memiliki trauma perang baik mental maupun fisik dari perang tersebut. Setelah Perang Dunia II, terapi musik dikembangkan secara intensif pada rumah sakit di Amerika kemudian  di daratan Eropa .

Musik merupakan sebuah rangsangan pendengaran yang terorganisir yang terdiri dari melodi, ritme, harmoni, timbre, bentuk dan gaya. Musik memiliki kekuatan untuk mengobati penyakit dan ketidakmampuan yang dialami oleh tiap orang. Ketika musik diaplikasikan menjadi sebuah terapi, musik dapat meningkatkan, memulihkan, dan memelihara kesehatan fisik, mental, emosional, sosial, dan  spiritual dari setiap individu. Hal ini dikarenakan, musik memiliki beberapa kelebihan, seperti musik bersifat universal, Nyaman dan menyenangkan, berstruktur. Perlu diingat bahwa banyak  dari proses dalam hidup kita berakar dari irama. Sebagai contoh, nafas kita, detak jantung, dan pulsasi semuanya berulang dan berirama.

Intervensi  dengan terapi musik dapat mengubah secara efektif  ambang otak kita yang dalam keadaan stress menjadi secara fisiologis  lebih adaptif. Musik tidak membutuhkan otak untuk berpikir maupun menginterpretasi, tidak pula dibatasi oleh fungsi intelektual maupun pikiran mental. Musik tidak pula memiliki batasan-batasan sehingga begitu mudah diterima organ pendengaran kita dan melalui saraf pendengaran diterima dan diartikan di otak dan musik dapat masuk langsung ke otak emosi kita atau sistem limbik .  Musik dapat pula beresonansi dan bersifat naluriah , sehingga musik masuk otak kita tanpa jalur kognitif. Lebih jauh lagi yang terpenting adalah terapi musik tidak membutuhkan panduan fungsi intelektual tinggi untuk berjalan efektif.

Semua jenis musik sebenarnya dapat digunakan sebagai terapi musik. Seperti lagu-lagu relaksasi , lagu popular maupun lagu / musik klasik. Namun anjurannya adalah memilih lagu dengan tempo sekitar 60 ketukan / menit yang bersifat rileks , karena apabila terlalu cepat maka secara tidak sadar stimulus yang masuk akan membuat kita mengikuti irama tersebut , sehingga keadaan istirahat yang optimal tidak tercapai.
Musik klasik seringkali menjadi acuan untuk terapi musik ini. Di antara musik klasik yang sering menjadi acuan adalah : karya Mozart , karena hampir semua karya Mozart memiliki nada-nada dengan frekuensi tinggi, rentang nada begitu luas dan tempo yang dinamis.

Terapi musik dan Hipertensi
Belakangan ini pembelajaran dari neuroimaging menemukan korelasi saraf dari proses dan persepsi akan musik.  Rangsangan musik tampak mengaktivasi jalur-jalur spesifik di dalam beberapa area otak, seperti sistem Limbik  yang berhubungan dengan perilaku emosional. Dengan mendengarkan musik , sistem Limbik ini teraktivasi dan  individu tersebut pun menjadi rileks. Saat keadaan rileks inilah tekanan darah menurun. Jadinya tidak hanya obat Prozac ( antidepresi) saja, yang dapat bekerja di sistem Limbik, namun juga terapi musik.   Selain itu pula  alunan musik dapat menstimulasi tubuh untuk  memproduksi  molekul yang disebut  nitric oxide (NO). Molekul ini bekerja pada  tonus pembuluh darah sehingga dapat mengurangi tekanan darah.

Berbagai penelitian yang dilakukan di India maupun Italia menunjukkan efektivitas terapi musik untuk mengurangi nyeri, kecemasan maupun hipertensi. Pada penelitian di Italia menunjukkan kelompok penderita hipertensi yang sedang minum obat antihipertensi bila diikuti dengan mendengarkan musik klasik 30 menit / hari disertai dengan latihan nafas perut selama satu bulan  menunjukkan penurunan tekanan darah yang bermakna dibandingkan dengan kelompok pasien yang hanya mengandalkan obat antihipertensi.
Selain itu pula Penelitian lain pada pasien yang akan menjalani tindakan endoskopi  atau peneropongan organ pencernaan , terbukti dengan terapi musik dapat mengurangi kecemasan  dan terapi musik dapat membuat pasien lebih rileks dengan hasil akhir memberikan efek positif terhadap detak jantung  maupun laju nafas.

Jelaslah pada penderita hipertensi tidak hanya cukup mengandalkan obat dokter maupun diet saja, tidak ada salahnya pula memberi kesempatan tubuh anda untuk rileks dengan  mendengarkan lagu-lagu klasik maupun lagu-lagu favorit anda. Biarkan musik mengalun dan memberikan efek emosi positif pada otak anda.

dr. Yuda Turana, SpS
RS Pantai Indah Kapuk
Staf Pengajar Departemen Neurologi FK Atma Jaya
Kepala Pusat Penelitian kesehatan Atma Jaya

Add comment Desember 22, 2008

Pedagang Besar Farmasi Tidak Boleh Impor Obat

Pedagang Besar Farmasi (PBF) tidak boleh lagi mengimpor obat dari luar negeri. Registrasi obat impor hanya boleh dilakukan industri farmasi dalam negeri yang mendapat persetujuan tertulis dari industri farmasi di luar negeri. Ketentuan ini dituangkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI 1010/MENKES/PER/XI/2008 tanggal 3 November 2008 tentang Registrasi Obat.

Hal itu disampaikan Menkes Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp. JP (K) dalam wawancara dengan Majalah TRUST dan Reuters berkaitan dengan penolakan Gabungan Perusahaan Farmasi Internasional (IPMG) terhadap Kepmenkes No. 1010 Tahun 2008 di Jakarta tanggal 26 November 2008.

Menurut Menkes, dalam keputusan sebelumnya yakni Keputusan Menkes No. 1191 Tahun 2002, Pedagang Besar Farmasi (PBF) adalah perusahaan yang memiliki izin untuk pengadaan, penyimpanan, dan penyaluran perbekalan farmasi. Penanggung jawabnya seorang apoteker dan dibantu asisten apoteker.

Pada Keputusan Menteri Kesehatan No. 1010/MENKES/ PER/XI/2008, PBF yang mempunyai kompetensi seperti itu tidak layak mengimpor obat dari luar negeri. Yang boleh mengimpor obat dari luar negeri adalah industri farmasi karena obat impor harus diregistrasi lagi di Indonesia untuk menjamin keamanan, khasiat dan mutunya sampai dengan pasca pemasaran, ujar dr. Siti Fadilah Supari.

Sistem organisasi PBF anggota IPMG tidak memenuhi syarat ketentuan sebagaimana diatur dalam Kepmenkes No. 1010 Tahun 2008, yakni tidak memiliki fasilitas produksi di Indonesia. ”Itu sangat merugikan. Seharusnya obat diimpor oleh industri obat. Kalau PBF bisa begitu, semua memilih menjadi PBF saja dan para investor di sini bisa lari semua. Justru dengan Keputusan Menkes No. 1010 Tahun 2008 ini diharapkan investor datang ke Indonesia”, ungkap Menkes.

”Saya menginginkan keadilan. Saya tidak anti bekerja sama dengan asing. Tetapi saya ingin bekerja sama dengan adil. Indonesia punya pangsa pasar paling besar di ASEAN, mungkin terbesar setelah India dan China. Penduduk Indonesia 220 juta, sementara 30% dari jumlah itu masih membeli obat yang mahal. Bangunlah pabrik di Indonesia agar keuntungannya mengalir ke rakyat, karena bisa mengurangi pengangguran”, ujar Dr. Siti Fadilah Supari.

Berdasarkan Permenkes No. 1010 Tahun 2008 tentang registrasi obat, registrasi obat baik produksi dalam negeri, obat impor, obat khusus untuk ekspor, maupun obat yang dilindungi paten hanya bisa dilakukan industri farmasi. Impor obat diutamakan untuk obat program kesehatan masyarakat, obat penemuan baru dan obat yang dibutuhkan tetapi tidak dapat diproduksi di dalam negeri, ujar Menkes.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik Setjen Depkes RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi telp./fax. 52921669 atau email puskom.publik@yahoo.co.id.

Add comment Desember 1, 2008


SELAMAT DATANG

Ass ..... Selamat Datang Web Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan ini merupakan Langkah awal dari Situs Web Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan yang masih dalam proses pembuatan ,terima kasih diucapkan buat Seluruh Pihak yang Telah mendukung sehingga Situs Web Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan dapat Online, Kami persilahkan untuk mempergunakan data yang tersedia, Kami juga mohon dukungan kritik dan saran yang membangun dari rekan - rekan untuk mencapai kesempurnaan dalam penyajian informasi Kesehatan yang bermanfaat bagi Kami, Kita semua dan Masyarakat. Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan KAMI-MOHON-MAAF, Semoga dimaklumi Pengelola SIK Lampung Selatan

Kategori

TANGGALAN

Desember 2008
S S R K J S M
« Okt   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
Image and video hosting by TinyPic

FORUM DISKUSI KESEHATAN

Image and video hosting by TinyPic

GOUP FACEBOOK DINKES LAMSEL

Image and video hosting by TinyPic

Arsip

Alamat Link Kesehatan

Blogroll

Download

PUSKESMAS

Komentar

p4n5 di Mengubah Wajah 10 Ribu De…
Sandy Gunarso WIjoyo di Mengubah Wajah 10 Ribu De…
p4n5 di SURVEILANS PENYAKIT DAN MASALA…
Yuki di FAKTA FLU BABI
accimun di Pengertian, Definisi dan Cara …

Status

Image and video hosting by TinyPic

Tulisan Teratas

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic