Archive for Oktober, 2008
Kuning Telur Berkhasiat Menyapih Bayi

<!–
–> <!–
–>
Foto: Corbis
Penelitian ini melibatkan 137 ibu yang memiliki bayi berusia enam bulan. Bayi-bayi ini secara acak memakan kuning telur yang sudah diperkaya Omega 3. Uji darah yang dilakukan pada bayi ini menunjukkan peningkatan kadar DHA 30-40 persen lebih tinggi. Kadar zat besi pada tubuh bayi juga naik. Sementara kadar kolesterol tak menunjukkan peningkatan.
Jika ingin menirunya, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anak Anda, karena kuning telur merupakan alergen (zat pencetus alergi) bagi bayi yang alergi makanan tertentu.
Add comment Oktober 15, 2008
Cegah Penyakit Berbahaya dengan Pola Hidup Sehat

<!–
–> <!–
–>
Foto : Corbis
ERA modern juga mempengaruhi kesehatan masyarakat. Banyak penyakit berasal dari pola hidup yang tidak sehat, semisal mengonsumsi kolesterol, tidak banyak bergerak, merokok, atau mengosumsi fast food.
“Terapkan pola hidup dan perilaku hidup sehat untuk menghindari penyakit-penyakit berbahaya,” saran dokter bagian general check up dari RS Telogorejo, Semarang, Dr Hinarto Utomo.
Satu poin penting lagi adalah pemeriksaan kesehatan pranikah juga dilakukan untuk kedua pasangan, bukan hanya salah satu dari mereka. Ajak calon pasangan Anda untuk segera berkonsultasi dengan dokter terdekat, karena penyakit yang dapat dideteksi secara dini sebagian besar dapat ditangani sebelum berlangsungnya prosesi pernikahan Anda berdua.
Hal ini penting dilakukan agar tidak timbul penyesalan setelah menikah, hanya gara-gara penyakit yang sebenarnya bisa disembuhkan dari jauh-jauh hari. Ada baiknya jika Anda menuntaskan dulu pengobatan, baru kemudian menyusun kembali rencana pernikahan yang diidamkan.
Kenyataannya, tidak jarang banyak calon pengantin yang enggan melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum melangsungkan pernikahan.
“Pemeriksaan kesehatan pranikah bukan untuk membatalkan pernikahan ketika salah satu pasangan diketahui mengidap penyakit. Bila salah satu pasangan diketahui bermasalah disarankan untuk menunda kehamilan terlebih dahulu,” sebut Dr Hinarto.
Kendati demikian, budaya malu dan tidak saling terbuka antarpasangan masih membelenggu calon pengantin untuk melakukan pemeriksaan kesehatan pranikah. Ini adalah hambatan terbesar tindakan check up sebelum menikah.
Jika tidak diantisipasi sedini mungkin, andaikata ada penyakit yang berbahaya bagi keduanya, kondisi yang terjadi adalah sikap saling menyalahkan di antara keduanya.
Nah, bila pemeriksaan dilakukan, hasilnya dapat diketahui penyakit-penyakit yang kalau tidak segera ditanggulangi dapat membahayakan calon pengantin, termasuk keturunan mereka kelak.
Misalkan, diketahui keduanya menderita penyakit genetika atau faktor bawaan seperti diabetes, asma, epilepsi, maka secara medis sudah dipastikan anaknya bakal mengidap penyakit yang sama.
Dalam kasus ini,terapi penyembuhannya dapat segera dilakukan. Apabila dari hasil tes diketahui ternyata mengidap penyakit fisik, semisal TBC, radang paru serta hepatitis B, maka dapat segera disembuhkan sehingga jangan sampai menularkan kepada pasangan.
Sebagai contoh, calon mempelai pria diketahui menderita penyakit kelamin dapat segera ditangani dengan menjalani pengobatan atau dan saat menikah wajib memakai kondom selama berhubungan seksual agar tak menular pada sang istri.
Langkah-langkah melakukan pemeriksaan kesehatan pranikah ini sebenarnya mudah saja dan tidak selalu memerlukan biaya besar. Tak perlu langsung ke dokter spesialis, konsultasi saja ke dokter puskesmas ataupun melalui dokter umum.
“Sebenarnya tinggal bagaimana kesadaran dan kemauan calon pengantin berdua,” pungkas pria ramah ini.
Add comment Oktober 15, 2008
Pola Hidup Sehat Cegah Kangker
<!—-> Selama ini, penyakit kanker dianggap sebagai salah satu penyebab kematian yang sangat membahayakan, selain penyakit jantung. Namun, berbagai penelitian masih belum mampu menemukan obat yang benar-benar manjur untuk penyakit tersebut. Karena itu, tak salah jika ada yang mengatakan, cara terbaik adalah dengan mencegahnya.
Mencegah dengan cara apa? Hal yang paling sering dianjurkan adalah dengan melakukan pola hidup sehat. Dan, ternyata memang hal ini terbukti. Setidaknya oleh penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan diĀ Preventive Medicine Research Institute di Sausalito, California, Amerika Serikat (AS). Pola hidup sehat para relawan yang diteliti terbukti mampu mengubah gen mereka sehingga efektif untuk mencegah penyakit kanker.
Ilmuwan yang dipimpin Dr Dean Ornish dalam laporannya di Proceedings of the National Academy of Sciences mengungkapkan, terjadi sekitar 500 perubahan gen pada orang yang mempunyai pola hidup sehat. Perubahan itu termasuk 48 gen yang hidup dan 453 gen yang mati. Gen yang hidup adalah gen yang dapat mencegah penyakit. Sementara gen yang mati merupakan gen pemicu penyakit, termasuk penyakit kanker payudara dan kanker prostate.
Dalam penelitian ini, para ilmuwan tersebut melakukan penelitian terhadap 30 pria. Mereka mendapat perlakukan pola hidup sehat yang berbeda dari kesehariannya. Selama tiga bulan, para pria itu hanya memakan buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian. Mereka juga melakukan berbagai aktivitas olahraga tingkat menengah seperti jalan kaki selama setengah jam per hari. Sebagai penyempurna, para pria itu diminta melakukan satu jam relaksasi seperti meditasi.
Hasilnya, para pria itu mengalami penurunan berat badan ke tingkat yang ideal, penurunan tekanan darah, serta menunjukkan tanda-tanda tubuh sehat lainnya. Dr Dean menegaskan bahwa temuannya adalah bukti nyata bahwa penyakit kanker memang berhubungan dengan gen dan hal itu berhubungan dengan pola hidup sehat.
Jadi, sudah seberapa sehatkah pola hidup Anda?
Add comment Oktober 14, 2008

–> <!–









