Lingkungan Penyebab Penyakit
Juli 9, 2008 at 4:48 am Tinggalkan Komentar
Penyakit – penyakit yang terjadi yang berhubungan dengan lingkungan dapat dikelompokkan sbb : 1. Water borne desease 2. Air borne desease 3. vektor borne desease 4. food borne desease 5. Man behavior desease
I. Terjadinya gangguan kesehatan/penyakit
Komponen lingkungan yang selalu berinteraksi dengan manusia dan seringkali mengalami perubahan akibat adanya kegiatan manusia seperti : air, udara, makanan, vektor/binatang dan manusia itu sendiri. Perubahan yang harus diwaspadai, pada dasarnya karena berbagai komponen lingkungan seperti air, udara, makanan dan vektor tersebut yang mengandung agen penyakit. Agen penyakit ini mencemari komponen lingkungan tadi
II. Deteksi oleh masyarakat/kader
1. Pencemaran air
Keadaan kuman yang menumpang dalam air disebut pencemaran air yaitu apabila agen/bahan kimia yang menumpang dalam air dalam konsentrasi yang cukup tinggi untuk dapat menyebabkan gangguan kesehatan/penyakit. Kondisi tercemar :
1. Sumber air seperti sungai, sumur gali, sumur pompa, penampungan air hujan dll yang dicemari kotoran manusia, limbah pabrik, bengkel dan lain – lain.
2. Sumur gali, sumur pompa dan sumber air bersih lainmenjadi tempat perindukan vektor karena kurang perawatan
3. Sanitasi seperti saluran drainase yang tidak baik dan tercemari oleh sampah
4. Sumber air baku untuk air PAM yang kotor
Simpul pengamatan dapat melibatkan masyarakat pada simpul :
Simpul I :
Pengamatan pada sumber kegiatan
Adakah kegiatan seperti pabrik, pembangunan jembatan, kegiatan perdagangan membuang limbah ke sumber air yang digunakan masyarakat dapat dipantau oleh masyarakat bersama kader.
Simpul II :
Pengamatan dan pengukuran kepada komponen lingkungan itu sendiri dalam hal ini kualitas air bersih, masyarakat/kader bersama petugas kesehatan /sanitarian dapat memeriksa kualitas air ke laboratorium
Simpul III :
Pengamatan dan pengukuran spesimen pada tubuh manusia. Masyarakat membantu memberi informasi masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan/penyakit untuk diambil spesimennya untuk diukur, misalnya urine untuk melihat gangguan ginjal yang berasal dari air bersi yang dikonsumsi.
Simpul IV : Pengamatan kejadian penyakit, masyarakat memberi informasi ke petugas kesehatan terdekat sedini mungkin masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan/penyakit untuk mendapat pengobatan. Misalnya Diare, penyakit kulit dan lain lain.
2. Pencemaran udara
Keadaan pencemaran adalah kegiatan yang mengakibatkan penurunan kualitas udara yang berdamapak negatif terhadap kesehatan manusia. Sumber pencemaran udara :
1. Kegiatan industri
2. Kegiatan transportasi
3. Kegiatan perkantoran
4. Kegiatan perumahan
5. Kegiatan alam : kebakaran hutan, gunung meletus dan gas alam beracun Pada pengamatan simpul yang melibatkan masyarakat yaitu :
Simpul I :
Pengamatan pada sumber kegiatan Adakah kegiatan seperti industri, transportasi, kegiatan perkantoran dan perumahan serta kegiatan alam yang mengeluarkan gas buangan ke uadara bebas dapat dipantau oleh masyarakat bersama kader.
Simpul II :
Pengamatan dan pengukuran kepada komponen lingkungan itu sendiri dalam hal ini kualitas udara, masyarakat/kader bersama petugas kesehatan /sanitarian dapat memeriksa kualitas udara ke laboratorium
Simpul III :
Pengamatan dan pengukuran spesimen pada tubuh manusia. Masyarakat membantu memberi informasi masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan/penyakit untuk diambil spesimennya untuk diukur, misalnya pengukuran kapasitas paru.
Simpul IV :
Pengamatan kejadian penyakit, masyarakat memberi informasi ke petugas kesehatan terdekat sedini mungkin masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan/penyakit untuk mendapat pengobatan. Misalnya asma, sesak nafas lain dan lain lain.
3. Pencemaran makanan/minuman
Pencemaran makanan adalah dimana agen penyakit baik fisik,biologi dan kimia terdapat dalam makanan dan minuman yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan/penyakit
Kondisi pencemaran makanan /minuman dapat terjadi pada saat :
1. Se belum pengolahan makanan
2. Tahap pengolahan penyimpanan dan pengangkutan ma anan
Pada pengamatan simpul yang melibatkan masyarakat yaitu :
Simpul I :
Pengamatan pada sumber kegiatan Adakah kegiatan seperti rumah makan ,jasa boga, makanan jajanan dlll dapat dipantau oleh masyarakat bersama kader.
Simpul II :
Pengamatan dan pengukuran kepada komponen makanan itu sendiri dalam hal ini kualitas makanan, masyarakat/kader bersama petugas kesehatan /sanitarian dapat memeriksa kualitas makanan ke laboratorium
Simpul III :
Pengamatan dan pengukuran spesimen pada tubuh manusia. Masyarakat membantu memberi informasi masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan/penyakit untuk diambil spesimennya untuk diukur, misalnya organ tubuh kasus bahan pengawaet makanan.
Simpul IV :
Pengamatan kejadian penyakit, masyarakat memberi informasi ke petugas kesehatan terdekat sedini mungkin masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan/penyakit untuk mendapat pengobatan. Misalnya muntah, keracunan makananan, dan lain – lain.
4.Vektor
Pencemaran karena vektor adalah terjadinya penularan penyakit melalui binatang yang dapat jadi perantara penularan penyakit tertentu Kondisi pencemaran vektor penyakit
· Perubahan lingkungan fisik seperti pertambangan, industri dan pembangunan perumahan yang mengakibarkan berkembang biaknya vektor penyakit
· Sistim penyediaan air bersih dengan perpipaan yang belum menjangkau seluruh penduduk sehingga masih diperlukan container untuk penyediaan air.
· Sistem drainase permukiman dan perkotaan yang tidak memenuhi syarat sehingga menjadi tempat perindukan vektor
· Sistem pengelolaan sampah yang belum memenuhi syarat menjadikan sampah menjadi sarang vektor
· Penggunaan pestisida yang tidak bijaksana dalam pengendalian vektor penyakit secara kimia beresiko timbulnya keracunan dan pencemaran lingkungan serta resistensi vektor
Pada pengamatan simpul yang melibatkan masyarakat yaitu :
Simpul I :
Pengamatan pada sumber kegiatan Adakah kegiatan seperti industri, perumahan, saluran air dan tempat sampah dll dapat dipantau oleh masyarakat bersama kader.
Simpul II :
Pengamatan dan pengukuran kepada vektor sendiri dalam hal ini angka jentik, populasi tikus,kecoa ,lalat dll masyarakat/kader bersama petugas kesehatan /sanitarian dapat mengukur dengan alat tertentu
Simpul III :
Pengamatan dan pengukuran spesimen pada tubuh manusia. Masyarakat membantu memberi informasi masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan/penyakit untuk diambil spesimennya untuk diukur, misalnya darah kasus DBD, malaria dan leptospirosis.
Simpul IV :
Pengamatan kejadian penyakit, masyarakat memberi informasi ke petugas kesehatan terdekat sedini mungkin masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan/penyakit untuk mendapat pengobatan. Misalnya Demam DBD,malaria dll.
III. Penaggulangan pencemaran atau KLB yang dapat dilakukan oleh masyarakat/kader.
1. Kasus pencemaran air berdasarkan penyebab dapat diberi penanganan seperti :
· Air keruh……………………………………….. Larutan PAC
· Air keruh,kotor………………………………..Larutan PAC, kaporit
· Air kotor,binatang kecil…………………….Saringan,kaporit
· Air asam.( pH <4 )……………………………Kapur, batu gamping
· Air basa ( pH = 9 )…………………………….Asam, tawas
2. Kasus pencemaran udara
· udara kotor…………………………..program langit bir, emisi gas buang
3. Pencemaran makanan
· Pencemaran fisik………………………………..Seleksi bahan baku
· Pencemaran biologi……………………………. HACCP
· Pencemaran kimia………………………………. HACCP
4. Penyakit akibat vektor
· Karena vektor……………………………………..Pengendalian vektor
IV. Sistim Kewaspadaan Dini ( SKD )
Laporan masyarakat tentang kasus pencemaran/penyakit…………………… petugas kesehatan/sanitarian puskesmas…………………… Seksi PL dan KJ Sudin Kesmas kotamadya………………………….. Seksi PL dan KJ Dinas Kesehatan dalam waktu 24 jam Laporan rutin puskesmas hasil pemeriksaan kualitas air…………………… ke seksi PL dan KJ SudinKesmas Kotamadya……………………… ke Seksi PL dan KJ Dinas Kesehatan Propinsi setiap bulan dalam form 1 – 8 .
Entry filed under: Pelayanan. Tags: Add new tag, Kesehatan, Lampung, Lingkungan, Penyakit, selatan.














Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed